Investasi Semester I 2026 Tembus Rp1.010 Triliun, Ekonomi Harus Berdampak ke Rakyat

0
32
Sidang Tahunan MPR RI
Presiden Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya memperkuat kemandirian ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang dipicu konflik geopolitik, perang dagang, dan gangguan rantai pasok dunia.

Menurut Prabowo, Indonesia tidak boleh terlalu bergantung pada pasokan dari luar negeri. Kemandirian ekonomi diperlukan agar Indonesia tetap mampu bertahan ketika kondisi global berubah secara tiba-tiba.

“Indonesia harus semakin mampu berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita harus bisa mandiri, kita tidak boleh tergantung pasokan-pasokan dari luar,” ujar Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Ekonomi Tetap Tumbuh di Tengah Ketidakpastian

Di tengah tekanan ekonomi global, Prabowo menyebut perekonomian Indonesia masih menunjukkan kinerja positif.

Salah satu indikatornya adalah realisasi investasi. Sepanjang 2025, investasi Indonesia mencapai Rp1.931 triliun dan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.

Momentum tersebut berlanjut pada semester pertama 2026. Hingga periode tersebut, realisasi investasi telah mencapai Rp1.010 triliun, dengan penciptaan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.

Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Indonesia juga mencatat kinerja yang disebut Presiden cukup kuat. Ekonomi tumbuh 5,61 persen pada kuartal I 2026, sementara pertumbuhan semester I 2026 mencapai 5,45 persen.

“Ini adalah pertumbuhan kuartal pertama dan pertumbuhan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir ini,” kata Prabowo.

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Dengan berbagai capaian tersebut, Prabowo optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dapat terus ditingkatkan hingga akhir 2026.

Presiden bahkan meyakini target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dapat dicapai melalui kebijakan yang tepat, rasional, dan mampu menjaga momentum ekonomi nasional.

Namun, Prabowo mengingatkan agar pemerintah tidak terjebak menjadikan angka pertumbuhan dan investasi sebagai ukuran keberhasilan semata.

“Pertumbuhan dan Investasi Bukan Tujuan Akhir”

Bagi Prabowo, investasi dan pertumbuhan ekonomi hanyalah instrumen. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Karena itu, tingginya pertumbuhan ekonomi tidak akan memiliki arti apabila manfaatnya tidak dirasakan masyarakat, khususnya kelompok masyarakat paling bawah.

“Bagi saya pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita,” tegas Prabowo.

Presiden menekankan bahwa pembangunan ekonomi harus menghasilkan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan peningkatan pendapatan, kesempatan kerja, dan kualitas hidup rakyat.

“Itulah orientasi pemerintah yang saya pimpin,” pungkasnya.