Campuspreneur Cetak Wirausaha Muda, Ekspor UMKM Kampus Tembus Rp2,2 Miliar

0
173
Seorang mahasiswa memamerkan produk kreatif dalam ajang Campuspreneur Expo di Surakarta, Rabu, 1 April 2026 (Foto: Dokumentasi Kementerian Perdagangan)

(Vibizmedia – Industry) Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat sejumlah capaian positif Program Pengembangan Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor “Campuspreneur” sepanjang Semester I 2026.

Program Kemendag ini diluncurkan untuk mendorong lahirnya wirausahawan dari lingkungan kampus. Kini sudah mulai menghasilkan peluang pasar hingga transaksi ekspor.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, perkembangan Campuspreneur menunjukkan besarnya potensi perguruan tinggi dalam mencetak pelaku usaha yang mampu bersaing di pasar domestik maupun global.

“Selama Semester I 2026, kami melihat Campuspreneur berkembang ke arah yang baik,” ujar Mendag Budi.

Campuspreneur resmi diluncurkan di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah, pada 2 April 2026 sebagai bagian dari kampanye “Dari Lokal untuk Global”. Pada momentum tersebut, Kemendag menandatangani kerja sama dengan 18 perguruan tinggi untuk memperkuat pengembangan wirausaha muda berorientasi ekspor.

Program tersebut diperkuat melalui Campuspreneur Expo pada 1–2 April 2026 yang melibatkan mahasiswa, alumni, dan UMKM binaan perguruan tinggi. Kemendag juga menggandeng pelaku ritel dan perwakilan perdagangan RI di luar negeri untuk membuka akses pasar bagi produk peserta.

Untuk pasar domestik, Kemendag bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) melakukan kurasi produk.

Hasilnya, sebanyak 23 Letter of Intent (LoI) ditandatangani antara wirausaha mahasiswa dan ritel modern, terdiri atas 15 LoI di UNS dan delapan LoI di IPB University.

Sementara untuk pasar ekspor, peserta mendapat kesempatan melakukan pitching bisnis kepada perwakilan perdagangan RI di luar negeri. Mereka memperoleh informasi mengenai potensi pasar, kebutuhan konsumen, serta peluang negara tujuan ekspor.

Pendampingan juga dilakukan melalui coaching clinic, diskusi panel, dan konsultasi mengenai merek, kemasan, perizinan, pemasaran digital, serta standar perdagangan.

Puncaknya, pada 12 Juni 2026, UMKM binaan IPB University berhasil melakukan ekspor perdana produk pinang ke Bangladesh dan Maladewa senilai Rp2,2 miliar.

Menurut Mendag Budi, capaian tersebut menunjukkan bahwa Campuspreneur tidak berhenti pada pengembangan kapasitas, tetapi mulai menghasilkan transaksi nyata dan membuka jalan bagi wirausaha muda Indonesia menuju pasar global.