Rp61,1 Triliun untuk Pendidikan, Pemerintah Bidik Akses Merata dan SDM Unggul

0
61
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat saat memberikan keterangan dalam konferensi pers Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027. (Foto: Kemendikdasmen)

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan anggaran sebesar Rp61,1 triliun pada 2027 untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan. Anggaran tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan pendidikan, mulai dari pembenahan sarana dan prasarana sekolah, peningkatan kesejahteraan guru, digitalisasi pembelajaran, bantuan pendidikan bagi peserta didik, hingga pengembangan kompetensi yang sesuai dengan tuntutan masa depan.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengatakan, alokasi tersebut menjadi instrumen untuk menjalankan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) di bidang pendidikan dasar dan menengah serta sejumlah program prioritas Kemendikdasmen.

“Alokasi tersebut menjadi instrumen untuk menjalankan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) di bidang pendidikan dasar dan menengah serta berbagai program prioritas Kemendikdasmen,” ujar Atip dalam konferensi pers Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Revitalisasi Sekolah dan Perluasan Akses

Salah satu prioritas utama penggunaan anggaran adalah program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Program yang menjadi salah satu agenda Presiden Prabowo Subianto tersebut ditujukan untuk mempercepat perbaikan sarana dan prasarana sekolah sehingga peserta didik dapat belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan layak.

Pemerintah juga mendorong perluasan akses pendidikan melalui inisiatif penyelenggaraan wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya. Kebijakan tersebut akan diperkuat dengan bantuan perlengkapan sekolah serta pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).

Upaya peningkatan mutu juga diarahkan pada transformasi proses pembelajaran. Melalui program Digitalisasi Pembelajaran, pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi sekaligus memperluas akses guru dan peserta didik terhadap berbagai sumber belajar berkualitas.

Penguatan kapasitas pendidik turut dilakukan melalui pengembangan Studio Guru yang dirancang untuk mendukung peningkatan kompetensi guru. Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru non-ASN, seiring dengan meningkatnya jumlah guru yang telah memiliki sertifikat pendidik di sekolah negeri maupun swasta.

“Kami juga memberikan perhatian besar terhadap kesejahteraan guru,” kata Atip.

Perkuat Bantuan untuk Peserta Didik

Dukungan bagi peserta didik akan diperkuat melalui Program Indonesia Pintar (PIP) yang ditargetkan menjangkau sekitar 18 juta peserta didik berdasarkan data penerima manfaat.

Anggaran pendidikan 2027 juga diarahkan untuk memastikan anak-anak dari kelompok dan wilayah tertentu tetap memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan. Salah satunya melalui program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) yang menyasar peserta didik dari daerah afirmasi serta anak-anak pekerja migran Indonesia.

Pemerintah juga menyiapkan bantuan pendidikan bagi peserta didik berprestasi serta beasiswa bagi guru untuk memperoleh kualifikasi akademik S1 atau D4.

Peningkatan kualitas pendidik akan diperkuat melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan pengembangan kompetensi pada sejumlah bidang strategis, antara lain STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), MIPA, Pembelajaran Mendalam, serta Digitalisasi Pembelajaran.

Pada sektor pendidikan vokasi, pemerintah akan meningkatkan keterampilan maupun kemampuan baru bagi pendidik dan tenaga kependidikan agar semakin sesuai dengan kebutuhan dan standar industri.

Dukungan anggaran juga mencakup penyelenggaraan pendidikan melalui Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) guna memastikan layanan pendidikan bagi warga negara Indonesia yang berada di luar negeri tetap berjalan.

Dorong Pengembangan Talenta Nasional

Selain memperluas akses, Kemendikdasmen akan melanjutkan berbagai program untuk membangun karakter sekaligus mengembangkan bakat, talenta, dan prestasi peserta didik.

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) juga menjadi bagian dari agenda pendidikan pada 2027. Untuk jenjang SMA, TKA akan memasuki tahun kedua sebagai instrumen untuk memperkuat pemetaan kemampuan akademik peserta didik.

Kemendikdasmen juga melanjutkan proses akreditasi satuan pendidikan serta peningkatan dan penjaminan mutu. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan setiap satuan pendidikan mampu memberikan layanan pembelajaran yang berkualitas.

Atip menegaskan, seluruh kebijakan tersebut diarahkan untuk memastikan peningkatan mutu pendidikan berjalan seiring dengan pemerataan kesempatan belajar bagi seluruh anak Indonesia.

“Berbagai program tersebut merupakan bentuk komitmen Kemendikdasmen untuk menghadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” pungkasnya.

Dengan anggaran Rp61,1 triliun pada 2027, pemerintah menempatkan pendidikan bukan hanya sebagai layanan dasar, tetapi juga sebagai investasi strategis untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Investasi tersebut diharapkan mampu membantu peserta didik mengembangkan potensi, menguasai kompetensi yang relevan, serta lebih siap menghadapi perubahan dan tantangan masa depan.