Kementan Siapkan Tiga Strategi Pertanian untuk Entaskan Kemiskinan Alor

0
146
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri pertemuan bersama Dewan Penasehat Ikatan Keluarga Alor di Jabodetabek, Selasa (18/8/2026). (Foto: Kementan)

(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah memperkuat upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui pengembangan sektor pertanian yang diarahkan untuk meningkatkan produksi sekaligus pendapatan masyarakat.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, pembangunan pertanian di Alor tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga harus memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Tujuan utamanya pengatasan kemiskinan juga. Justru kemiskinan target kita,” tegas Amran dalam pertemuan bersama Dewan Penasehat Ikatan Keluarga Alor di Jabodetabek, Selasa (18/8/2026).

Untuk mencapai sasaran tersebut, Kementerian Pertanian menyiapkan tiga strategi pengembangan pertanian Alor, yakni jangka pendek, menengah, dan panjang. Ketiga strategi tersebut dirancang secara berkesinambungan agar dukungan pemerintah tidak berhenti sebagai bantuan, tetapi berkembang menjadi sumber pendapatan masyarakat yang berkelanjutan.

Pada tahap jangka pendek, pemerintah fokus memastikan ketersediaan pangan sekaligus mendorong produksi yang dapat memberikan hasil dalam waktu relatif cepat. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan produksi padi dengan dukungan benih, alat dan mesin pertanian (alsintan), pompa, serta pengembangan lahan hingga 3.000 hektare.

Dukungan terhadap ketahanan pangan masyarakat Alor juga dilakukan melalui bantuan pangan. Untuk periode Juli hingga September 2026, Kabupaten Alor memperoleh bantuan pangan reguler sebanyak 1.120,14 ton dengan nilai sekitar Rp15,68 miliar. Sementara total bantuan pangan untuk Provinsi NTT mencapai sekitar Rp360,91 miliar.

Jagung Jadi Penggerak Ekonomi Jangka Menengah

Untuk strategi jangka menengah, pemerintah mengarahkan pengembangan komoditas jagung pada lahan seluas 3.000 hektare. Komoditas tersebut diharapkan menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat melalui peningkatan produktivitas dan pendapatan petani.

Sementara itu, strategi jangka panjang diarahkan pada pengembangan komoditas perkebunan yang dinilai sesuai dengan karakteristik wilayah Alor, terutama kelapa, kakao, dan jambu mete.

Komoditas tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat dalam jangka panjang sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah.

“Jadi kita bangun dari yang jangka pendek, menengah sampai jangka panjang. Yang penting masyarakat punya pendapatan dan kemiskinan bisa kita tekan,” ujar Amran.

Selain memperkuat program, Amran meminta seluruh bantuan pemerintah dikawal secara ketat. Bantuan harus dipastikan diterima oleh masyarakat dan lokasi sasaran, digunakan sesuai peruntukan, dirawat, serta memberikan hasil nyata.

Ia juga mengajak tokoh masyarakat dan masyarakat Alor di perantauan untuk turut mengawasi pelaksanaan berbagai program pertanian tersebut. Menurutnya, kolaborasi dan pengawasan bersama diperlukan agar bantuan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ketua Dewan Penasehat Ikatan Keluarga Alor di Jabodetabek Syahrir Ika menyatakan kesiapannya mendukung pengawalan program tersebut. Pihaknya akan membantu memastikan bantuan pemerintah sampai ke lokasi sasaran, dirawat, dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

“Kami harus membantu Pak Menteri untuk bersama-sama menjaga bantuan dan merawat bibit yang diserahkan. Kemudian kami kawal sampai kepada lokasi atau pertanian yang menjadi target daripada proyek itu,” ujar Syahrir.

Ia menegaskan, pengawasan juga akan dilakukan hingga bantuan tersebut benar-benar memberikan hasil bagi masyarakat.

“Kami harus memastikan bahwa bantuan itu tidak boleh menyimpang sehingga target pemerintah itu bisa berhasil,” tegasnya.

Masyarakat Optimistis Alor Keluar dari Kemiskinan

Ketua Umum Ikatan Keluarga Alor Sejahtera Jabodetabek Gery Bantara turut mengapresiasi langkah Mentan Amran yang turun langsung melihat kondisi masyarakat serta potensi pertanian di Alor.

“Kami sangat optimis dalam jangka waktu satu sampai lima tahun Alor akan keluar dari garis kemiskinan,” ujar Gery.

Ia juga mendukung ajakan pemerintah agar masyarakat ikut mengawal penyaluran dan pemanfaatan bantuan sehingga seluruh program berjalan sesuai sasaran.

Melalui tiga strategi tersebut, pemerintah berupaya membangun fondasi ekonomi Alor secara bertahap. Dalam jangka pendek, kebutuhan pangan diperkuat; pada jangka menengah, jagung diarahkan menjadi sumber peningkatan produksi dan pendapatan; sedangkan kelapa, kakao, dan jambu mete diproyeksikan sebagai komoditas unggulan untuk menopang ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, tokoh masyarakat, dan masyarakat Alor menjadi faktor penting agar berbagai bantuan tidak berhenti sebagai program, tetapi berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu meningkatkan pendapatan sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan di Alor.