Gempa Mengguncang Nagekeo, Pemulihan Warga Jadi Prioritas

0
43
Penanganan gempa bumi
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan bencana gempa bumi di Posko Penanganan Gempa Bumi di Bataliyon Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 26 Agustus 2026 FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden tiba di Helipad Batalyon Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026), untuk meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak gempa bumi sekaligus memastikan penanganan dan bantuan pemerintah berjalan dengan baik.

Di Nagekeo, Presiden memimpin rapat bersama sejumlah pihak untuk menerima laporan langsung mengenai perkembangan penanganan pascabencana. Dalam rapat tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam menangani dampak bencana.

“Saya sampaikan penghargaan kepada saudara-saudara. Sekali lagi saudara-saudara periksa, cek anak buahmu yang kerja keras, catat. Rakyat kita, anak buahmu semua yang kerja keras, yang kerja benar, yang berkorban. Tadi ada yang menyampaikan, bupati menyampaikan jam 12 malam, gubernur menyampaikan kerja keras itu, ini dicatat,” ujar Presiden.

Setelah rapat, Presiden akan mengunjungi posko pengungsian di Lapangan Berdikari untuk menyapa masyarakat sekaligus mendengarkan secara langsung kebutuhan warga terdampak.

Kehadiran Presiden di tengah masyarakat menjadi momentum untuk memberikan semangat dan dukungan moral kepada warga Nagekeo yang masih menghadapi dampak gempa.

Penanganan bencana tidak berhenti pada pengiriman bantuan. Pemerintah memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman, anak-anak kembali belajar, pelayanan kesehatan berjalan, aktivitas ekonomi kembali bergerak, serta rumah dan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan.

Seluruh tahapan penanganan dilakukan secara terpadu, cepat, dan terukur. Mulai dari penanganan darurat, evakuasi, distribusi logistik, pemenuhan kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi terus dikawal agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Kehadiran Presiden di Nagekeo menegaskan perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Negara memastikan warga tidak berjalan sendiri dan akan terus mendampingi proses pemulihan hingga kehidupan masyarakat kembali bangkit.