
(Vibizmedia – Industry) Hubungan perdagangan Indonesia dan Cili berkembang, membuka peluang baru, terutama melalui perluasan akses pasar produk pertanian, pangan, dan berbagai produk bernilai tambah.
Optimalisasi Indonesia–Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) menjadi salah satu pengungkit utama untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri dengan Wakil Menteri Pertanian Cili Francesco Venezian di Jakarta, Jumat (28/8).
Wamendag Roro menegaskan, perluasan akses pasar harus memberikan manfaat secara seimbang bagi kedua negara. Indonesia mendorong semakin banyak produk nasional, mulai dari makanan olahan, kopi, kakao, rempah-rempah, produk tropis, alas kaki, kertas, otomotif hingga manufaktur, memperoleh peluang lebih besar di pasar Cili.
Indonesia juga terbuka terhadap produk pertanian dan pangan Cili seperti ceri, anggur, beri, dan apel, sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk persyaratan sanitari dan fitosanitari (SPS), keamanan pangan, halal, serta kepabeanan.
“Perluasan akses pasar harus berjalan dua arah,” ujar Wamendag Roro.
Pemanfaatan kerjasama IC-CEPA juga menunjukkan perkembangan positif. Pada 2025, tingkat utilisasi perjanjian ini mencapai 75,7 persen dari total ekspor Indonesia ke Cili. Nilai pemanfaatan Surat Keterangan Asal (SKA) mencapai USD334,14 juta, meningkat 21,36 persen dibandingkan 2024 yang sebesar USD275,39 juta.
Peluang konkret turut terlihat dari ekspor bubuk kakao olahan melalui program UMKM BISA Ekspor. PT Mandala Prima Makmur telah merealisasikan ekspor ke Alimentos 4M SpA, sementara penjajakan dengan E-Cibo SpA berpotensi menghasilkan transaksi USD739.030 pada 2026 dengan dukungan tarif nol persen IC-CEPA.
Dari pihak pemerintah Cili, anggur segar menjadi salah satu produk yang telah menikmati manfaat perjanjian tersebut. Pada 2025, impor anggur segar Indonesia dari Cili mencapai USD6,97 juta atau 1.887 ton dengan tarif preferensi nol persen.
Kedua negara sepakat terus meningkatkan implementasi IC-CEPA, termasuk melalui rencana pertemuan kedua reviu perjanjian di Santiago. Forum bisnis dan pameran dagang juga akan diperkuat melalui INA-LAC Business Mission 2026 di Santiago pada 1–2 Oktober 2026 serta Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada 14–18 Oktober 2026.
Kerja sama ini berpotensi berkembang ke sektor lain, termasuk investasi, teknologi pertanian, pengembangan varietas adaptif terhadap perubahan iklim, serta pertukaran pengalaman dalam penanganan kebakaran hutan.








