STMM Yogyakarta Cetak Rekor MURI Lewat 1.541 Karakter Animasi dan Game

0
208
Foto: mmtc.id

(Vibizmedia – Jakarta) Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta mencatat prestasi baru di bidang pendidikan dan industri kreatif digital setelah meraih Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui 1.541 karakter animasi dan game karya mahasiswa. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi dapat menghasilkan karya kreatif dalam jumlah besar sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kekayaan intelektual.

Rekor tersebut dikukuhkan dalam rangkaian Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode I Tahun Akademik 2026/2027 di Yogyakarta, Rabu (9/9/2026). Pada momentum yang sama, STMM Yogyakarta juga meluluskan 188 wisudawan dan wisudawati.

Karya yang dicatat MURI berasal dari 416 mahasiswa Program Studi Animasi dan Teknologi Permainan yang menghasilkan desain karakter melalui mata kuliah Desain Karakter selama periode 2021–2026. Seluruh karya kemudian dihimpun dalam buku Desain Karakter Animasi dan Game.

Melampaui Target Awal

Capaian 1.541 karakter tersebut bahkan melampaui jumlah yang semula diajukan STMM Yogyakarta kepada MURI.

Menurut Senior Representative MURI Ari Andriani, pengajuan rekor diterima pada Juni 2026 dengan jumlah awal 1.441 karakter karya 404 mahasiswa. Setelah melalui proses verifikasi, jumlah karya yang tercatat bertambah menjadi 1.541 karakter yang dibuat oleh 416 mahasiswa.

Proses tersebut menunjukkan bahwa pencatatan rekor MURI tidak semata-mata didasarkan pada klaim jumlah karya, tetapi melalui tahapan pemeriksaan dan verifikasi terhadap karya yang diajukan.

MURI kemudian mengukuhkan pencapaian tersebut sebagai rekor dalam kategori ilmu pengetahuan dan teknologi. Piagam penghargaan diserahkan oleh Ari Andriani kepada Ketua STMM Yogyakarta, Dr. H. R.M. Agung Harimurti. Penghargaan juga ditandai dengan pengalungan medali kepada Ketua Program Studi Animasi, Atmaja Septa Miyosa.

Yang menarik, pencatatan MURI tersebut tidak menghapus kepemilikan atas karya mahasiswa. Hak cipta masing-masing karakter tetap melekat pada desainer atau mahasiswa yang menciptakannya.

MURI sebagai Rekognisi Karya Kreatif

Bagi STMM Yogyakarta, penghargaan MURI bukan hanya persoalan memecahkan rekor berdasarkan jumlah. Lebih jauh, pencapaian tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap proses pendidikan yang mampu mendorong mahasiswa menghasilkan karya kreatif secara konsisten.

MURI sendiri merupakan lembaga yang mendokumentasikan dan memberikan penghargaan terhadap berbagai pencapaian superlatif di Indonesia. Dalam konteks STMM, rekor ini menjadi rekognisi terhadap kreativitas mahasiswa di bidang animasi dan teknologi permainan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) Boni Pudjianto menilai karya mahasiswa tersebut dapat menjadi bekal penting ketika mereka memasuki dunia profesional dan industri kreatif.

Perspektif tersebut menjadi penting karena industri animasi dan game tidak hanya membutuhkan lulusan yang memahami teori, tetapi juga talenta yang memiliki portofolio karya nyata.

Dari Tugas Kuliah Menjadi Kekayaan Intelektual

Hal yang membuat pencapaian STMM memiliki nilai lebih adalah upaya mendokumentasikan ribuan karakter tersebut dalam sebuah buku.

Karya mahasiswa yang sebelumnya lahir dalam proses pembelajaran kemudian dikompilasi menjadi Desain Karakter Animasi dan Game. Dengan cara tersebut, karya tidak berhenti sebagai tugas akademik yang tersimpan dalam arsip perkuliahan, tetapi menjadi dokumentasi kreatif yang dapat diperkenalkan dan dikembangkan lebih lanjut.

Langkah tersebut juga sejalan dengan visi STMM menuju Kampus 1000 IP atau 1.000 Intellectual Property.

Konsep tersebut menempatkan kekayaan intelektual sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan. Mahasiswa didorong bukan hanya menghasilkan karya, tetapi juga memahami bahwa karya kreatif memiliki identitas, hak cipta dan potensi ekonomi apabila dikelola secara profesional.

Bagi industri animasi dan game, karakter merupakan salah satu elemen penting dalam membangun sebuah produk kreatif. Karakter dapat dikembangkan menjadi bagian dari film animasi, game, komik, ilustrasi, merchandise hingga berbagai bentuk produk turunan lainnya.

Dengan demikian, 1.541 karakter yang tercatat tersebut dapat dilihat bukan semata sebagai angka rekor, tetapi sebagai portofolio kreatif dalam jumlah besar yang berpotensi dikembangkan menjadi aset intelektual.

Menjawab Kebutuhan Industri Kreatif Digital

Perkembangan industri kreatif digital membuat hubungan antara perguruan tinggi dan industri menjadi semakin penting. Dunia animasi dan game bergerak cepat mengikuti perkembangan teknologi, termasuk penggunaan kecerdasan buatan, perangkat lunak produksi digital, teknologi visual serta platform distribusi global.

Kondisi tersebut membuat perguruan tinggi perlu membekali mahasiswa dengan kemampuan yang lebih luas. Selain kemampuan teknis, mahasiswa membutuhkan pengalaman menciptakan karya, membangun portofolio, memahami hak kekayaan intelektual dan mengenali peluang komersialisasi.

Karena itu, proyek 1.541 karakter STMM memiliki relevansi yang lebih luas dengan kebutuhan ekosistem industri kreatif. Setiap karakter merupakan hasil proses kreatif yang dapat menjadi bahan pembelajaran sekaligus portofolio bagi mahasiswa.

Dari Rekor Menuju Nilai Ekonomi

Tantangan berikutnya adalah bagaimana memastikan karya-karya tersebut tidak berhenti sebagai dokumentasi dan penghargaan.

Rekor MURI memberikan rekognisi, tetapi tahap berikutnya adalah membangun ekosistem agar karya mahasiswa dapat terus dikembangkan. Di sinilah peran kampus menjadi penting, mulai dari pendampingan hak cipta, pengembangan portofolio, inkubasi bisnis, kerja sama dengan industri hingga pembukaan akses terhadap pasar.

Dengan pengelolaan yang tepat, karya mahasiswa dapat berkembang menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi. Karakter yang semula dibuat dalam proses pembelajaran, misalnya, dapat dikembangkan menjadi IP yang memiliki cerita, dunia, identitas visual dan produk turunannya sendiri.

Bagi mahasiswa, proses tersebut juga dapat menjadi jembatan dari dunia akademik menuju industri kreatif profesional.

Bagian dari Dies Natalis ke-41

Pencatatan Rekor MURI ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-41 STMM Yogyakarta.

Capaian tersebut memperlihatkan bagaimana momentum perayaan institusi dapat diisi dengan pencapaian yang berhubungan langsung dengan karya mahasiswa. Kreativitas, pendidikan, dokumentasi dan pengembangan kekayaan intelektual dipertemukan dalam satu proyek yang melibatkan ratusan mahasiswa.

STMM Yogyakarta berharap pencapaian tersebut menjadi momentum untuk terus memperkuat ekosistem pendidikan dan pengembangan talenta digital, sekaligus mendorong mahasiswa menghasilkan karya yang memiliki nilai tambah.

Rekor sebagai Awal, Bukan Akhir

Pencatatan 1.541 karakter animasi dan game oleh mahasiswa STMM Yogyakarta pada akhirnya bukan sekadar cerita tentang sebuah angka.

Rekor tersebut memperlihatkan potensi yang dapat muncul ketika proses pembelajaran diarahkan untuk menghasilkan karya nyata. Lebih penting lagi, karya tersebut telah mulai ditempatkan dalam kerangka intellectual property yang memungkinkan kreativitas mahasiswa memiliki nilai jangka panjang.

Bagi STMM Yogyakarta, Rekor MURI dapat menjadi penanda penting perjalanan menuju kampus yang tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga melahirkan pencipta, talenta digital dan pemilik karya intelektual.

Langkah berikutnya adalah memastikan ribuan karakter tersebut terus hidup, dikembangkan dan menemukan ruangnya di industri kreatif. Dengan demikian, rekor tidak berhenti sebagai piagam di lingkungan kampus, melainkan menjadi titik awal lahirnya karya-karya animasi dan game Indonesia yang mampu menembus pasar nasional maupun global.