Jakarta-New York Adu Strategi Hadapi Macet dan Banjir, Obligasi Daerah Ikut Dibahas

0
151
DKI Jakarta-New York
DOK: PEMPROV DKI JAKARTA

(Vibizmedia-Nasional) Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bertemu dengan Wali Kota New York Zohran Kwame Mamdani di Civic Hall, New York, Minggu (20/9/2026). Pertemuan bilateral tersebut membahas berbagai tantangan yang dihadapi dua kota besar, mulai dari transportasi publik, banjir, polusi udara hingga pembiayaan pembangunan infrastruktur.

Dalam pertemuan tersebut, Mamdani secara khusus menggali pengalaman Jakarta dalam mengatasi kemacetan dan mengembangkan transportasi publik.

Pramono menjelaskan, pengembangan Transjabodetabek dilakukan untuk memperkuat konektivitas Jakarta dengan wilayah penyangga sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

“Setiap hari lebih dari empat juta orang keluar-masuk Jakarta, terutama pada jam sibuk. Melalui Transjabodetabek, kami ingin mengurangi kemacetan dan volume kendaraan yang masuk ke Jakarta sekaligus memperkuat konektivitas wilayah,” ujar Pramono.

Jakarta juga memberikan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat, di antaranya lansia, penyandang disabilitas, pelajar penerima KJP, serta mahasiswa penerima KJMU.

Selain transportasi, persoalan banjir turut menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut. Pramono memaparkan sejumlah langkah yang dilakukan Jakarta, mulai dari pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, pengurangan penggunaan air tanah untuk menekan penurunan muka tanah, hingga pengembangan Giant Sea Wall.

“Sama seperti New York, salah satu tantangan Jakarta adalah banjir. Karena itu, kami terus memperkuat infrastruktur pengendalian banjir, mengurangi penggunaan air tanah untuk menekan penurunan muka tanah, serta mengembangkan Giant Sea Wall,” jelasnya.

Pembahasan juga mencakup rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah atau Jakarta Bond sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan infrastruktur perkotaan.

Rencana tersebut mendapat sambutan dari Mamdani. Ia mengatakan New York memiliki pengalaman menggunakan obligasi untuk membiayai berbagai proyek infrastruktur, termasuk pengolahan limbah dan fasilitas publik.

“Saya sangat antusias dan mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah. New York juga telah menggunakan obligasi untuk membiayai pembangunan infrastruktur, termasuk pengolahan limbah dan berbagai fasilitas publik,” ujar Mamdani.

Mamdani juga menawarkan pertukaran pengetahuan antara tim keuangan New York dan Jakarta. Menurutnya, tim keuangan New York siap berbagi pengalaman mengenai persiapan hingga proses penerbitan obligasi daerah.

Pertemuan Jakarta dan New York tersebut menjadi ajang pertukaran pengalaman mengenai pengelolaan kota besar. Selain membahas tantangan perkotaan, dialog kedua pemimpin juga membuka peluang kerja sama lebih lanjut dalam bidang transportasi, pengendalian banjir, pembiayaan infrastruktur, dan pembangunan perkotaan.