Indonesia-Jepang Perkuat Peluang Kerja Sama Industri Presisi dan Teknologi Tinggi

0
68

(Vibizmedia – Nagoya, Jepang) Indonesia terus memperluas upaya transformasi ekonomi dengan mendorong pengembangan industri berteknologi tinggi dan bernilai tambah. Penguasaan teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta kemampuan industri nasional untuk masuk ke dalam rantai pasok global menjadi bagian penting dari agenda tersebut.

Kebutuhan itu semakin relevan di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat dan meningkatnya permintaan terhadap sektor-sektor strategis seperti semikonduktor, kedirgantaraan, perangkat medis, hingga teknologi generasi baru.

Salah satu langkah untuk melihat peluang penguatan kerja sama industri dilakukan melalui kunjungan Delegasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ke Kouwa-Tec Co., Ltd. di Nagoya, Jepang, Jumat (18/9/2026).

Delegasi dipimpin Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso dan didampingi jajaran pimpinan Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Rombongan diterima President Kouwa-Tec Co., Ltd. Toshinobu Hayashi dan Chief of Sales Department Takaya Hayashi.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah Indonesia melihat secara langsung kemampuan perusahaan Jepang tersebut dalam mengembangkan manufaktur presisi untuk sejumlah industri strategis. Pengalaman Kouwa-Tec dinilai dapat menjadi referensi bagi pengembangan industri bernilai tambah tinggi di Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi keahlian Kouwa-Tec dalam manufaktur presisi untuk industri kedirgantaraan, medis, dan semikonduktor. Kapabilitas seperti ini menjadi penting bagi Indonesia dalam memperkuat industri bernilai tambah tinggi, manufaktur presisi, dan ekosistem teknologi,” ujar Susiwijono.

Pengalaman Lebih dari Enam Dekade

Kouwa-Tec merupakan perusahaan yang berdiri sejak 1965 dan berbasis di Prefektur Aichi. Selama lebih dari enam dekade, perusahaan tersebut mengembangkan keahlian dalam precision machine parts processing untuk berbagai kebutuhan industri, termasuk aerospace, semikonduktor, medis, serta pengembangan prototipe.

Perusahaan saat ini memiliki empat fasilitas produksi dan mengantongi sertifikasi ISO 9001 serta JIS Q 9100. Dengan filosofi “pioneering new things”, Kouwa-Tec juga mengembangkan komponen presisi untuk teknologi generasi berikutnya, di antaranya hydrogen drones dan kendaraan listrik lepas landas serta mendarat secara vertikal atau eVTOL.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan pemerintah Indonesia. Meskipun beroperasi sebagai perusahaan dengan skala relatif kecil, Kouwa-Tec dinilai mampu mempertahankan keberlanjutan bisnis di tengah persaingan industri manufaktur global, termasuk melewati berbagai periode krisis ekonomi dan pandemi.

Kouwa-Tec juga telah dipercaya memasok komponen bagi perusahaan besar di sektor kedirgantaraan dan industri pesawat terbang, termasuk Boeing. Rekam jejak tersebut memberikan gambaran mengenai pentingnya kualitas manufaktur, presisi, sertifikasi, serta konsistensi dalam memasuki rantai pasok industri global.

Peluang Investasi dan Transfer Teknologi

Kunjungan ke Nagoya sekaligus menjadi kesempatan untuk menjajaki ruang kerja sama antara Indonesia dan Jepang dalam sejumlah sektor. Pembahasan mencakup precision manufacturing, industri kedirgantaraan, semikonduktor, medical devices, serta teknologi generasi berikutnya.

Susiwijono mengatakan hubungan Indonesia dan Jepang yang telah berlangsung kuat dapat menjadi modal untuk memperluas kemitraan di bidang industri dan teknologi.

“Dengan pasar Indonesia yang terus berkembang dan komitmen terhadap transformasi industri, kami melihat potensi yang besar untuk membangun kerja sama dengan Kouwa-Tec, termasuk dalam investasi, transfer teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia,” lanjutnya.

Kerja sama tersebut juga memperoleh momentum dari pengesahan Protokol Perubahan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) melalui Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2026.

Pembaruan IJEPA diharapkan dapat memperluas akses pasar dan peluang investasi, sekaligus mendukung transfer teknologi, peningkatan kapasitas industri, serta integrasi sektor manufaktur kedua negara ke dalam rantai pasok global.

Semikonduktor Jadi Salah Satu Fokus

Penguatan industri semikonduktor menjadi salah satu agenda strategis dalam transformasi ekonomi Indonesia. Pemerintah mendorong pembangunan ekosistem semikonduktor melalui pengembangan SDM, teknologi, investasi, serta industri pendukung yang mampu memenuhi kebutuhan rantai pasok.

Dalam hubungan Indonesia-Jepang, pembahasan mengenai Indonesia-Japan Joint Roadmap on Semiconductor Industry and Policy pada September 2026 turut memberikan momentum baru bagi pengembangan kerja sama di sektor tersebut.

Kunjungan ke Kouwa-Tec memberikan perspektif bahwa pembangunan industri semikonduktor tidak hanya membutuhkan produsen komponen utama, tetapi juga ekosistem manufaktur presisi dan industri pendukung yang memiliki standar kualitas tinggi.

Kemampuan memproduksi komponen dengan tingkat presisi tinggi menjadi bagian penting untuk membangun rantai pasok industri teknologi yang lebih kuat dan kompetitif.

Perdagangan Teknologi Strategis Perlu Tata Kelola Kuat

Selain pengembangan kapasitas industri, pemerintah juga menempatkan tata kelola perdagangan barang dan teknologi strategis sebagai bagian dari agenda transformasi.

Indonesia terus memperkuat Strategic Trade Management (STM), salah satunya melalui penyelenggaraan 5th Annual Southeast Asian Forum on Export Control (SEAFEC) di Indonesia pada 16 September 2026. Forum tersebut menjadi sarana memperkuat kerja sama dan kapasitas negara-negara kawasan dalam mengelola perdagangan barang dan teknologi strategis.

Langkah tersebut berjalan seiring dengan keterlibatan Indonesia dalam berbagai kerja sama internasional. Pada KTT BRICS ke-18 di New Delhi, 12–13 September 2026, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto turut mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam agenda yang antara lain mendorong penguatan kerja sama, inovasi, keberlanjutan, dan tata kelola global yang lebih inklusif.

Dengan berbagai agenda tersebut, kunjungan ke Kouwa-Tec diharapkan dapat membuka peluang pembicaraan lebih lanjut mengenai kerja sama industri presisi, industri pendukung semikonduktor, aerospace, teknologi medis, serta teknologi generasi berikutnya.

Kerja sama tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai skema, termasuk investasi, transfer teknologi, penguatan kapasitas manufaktur, dan pengembangan SDM.

Dalam rangkaian kegiatan di Nagoya, Susiwijono didampingi Deputi Bidang Perniagaan dan Industri Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon serta jajaran Tim Kemenko Perekonomian.