Keamanan Siber Jadi Fondasi Ekonomi Kreatif di Era Digital

0
53
Foto: Kemenekraf

(Vibizmedia – Depok, Jawa Barat) Keamanan siber dinilai semakin menentukan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional, terutama ketika aktivitas ekonomi kreatif dan digital semakin bergantung pada platform, transaksi, serta infrastruktur berbasis teknologi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya saat menghadiri Wisuda Sarjana Terapan Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) Tahun Angkatan 2026 di Depok, Jawa Barat, Selasa (22/9/2026).

Dalam orasi ilmiahnya, Teuku Riefky menjelaskan bahwa perkembangan ekonomi kreatif tidak dapat dilepaskan dari aspek keamanan digital. Kekayaan intelektual, data, transaksi, hingga kepercayaan konsumen merupakan bagian dari nilai ekonomi yang perlu mendapatkan perlindungan.

Menurutnya, kreativitas yang tidak terlindungi berisiko dicuri, sementara data yang tidak dijaga dapat disalahgunakan. Pada saat yang sama, hilangnya kepercayaan terhadap keamanan suatu industri dapat berdampak langsung terhadap pasar dan potensi nilai ekonominya.

“Di sinilah letak hubungan fundamental antara ekonomi kreatif dan keamanan siber. Ketika Ekonomi kreatif semakin bergantung pada transaksi, platform, dan infrastruktur digital; keamanan siber memastikan seluruh nilai ekonomi tersebut dapat diciptakan, dilindungi, dan dikomersialisasikan secara aman,” ujar Teuku Riefky.

Ia menegaskan, keamanan siber bukan sekadar persoalan teknis yang berdiri sendiri, melainkan telah menjadi bagian dari ekosistem pembangunan dan perekonomian nasional. Karena itu, penguatan keamanan digital perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Dalam konteks tersebut, Kementerian Ekraf dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah membangun kolaborasi strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Kerja sama tersebut menjadi bagian dari penerapan pendekatan hexahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, lembaga keuangan, media, serta komunitas.

“Kolaborasi ini menjadi pondasi penting agar transformasi digital ekonomi kreatif Indonesia berjalan tidak hanya cepat, tetapi juga aman dan terpercaya,” jelasnya.

Di hadapan para wisudawan, Teuku Riefky juga mengingatkan bahwa lulusan Poltek SSN memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ruang digital Indonesia. Mereka diharapkan mampu melindungi data nasional sekaligus memastikan perkembangan teknologi tetap mendukung pertumbuhan kreativitas dan inovasi.

“Tidak ada ekonomi digital yang kuat tanpa keamanan digital yang kuat; dan tidak ada ekonomi kreatif masa depan yang berdaya saing tanpa ruang siber yang aman dan terpercaya. Jadilah penjaga kepercayaan, pelindung kreativitas, dan penggerak inovasi,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyantini menyebut para wisudawan Poltek SSN sebagai bagian dari generasi baru yang akan berperan dalam pengembangan bidang siber dan persandian di Indonesia.

Rini berpesan agar para lulusan terus memperkuat penguasaan teknologi, memahami berbagai risiko serangan siber, serta menjunjung tinggi integritas. Kemampuan beradaptasi juga dinilai penting agar para lulusan dapat memberikan kontribusi dalam membangun ruang digital pemerintahan yang aman, tangguh, dan terpercaya.

“Saudara tidak hanya dipersiapkan untuk mengamankan sistem digital pemerintah hari ini, tetapi juga untuk mengawal transformasi digital pemerintah menuju Indonesia Emas di masa depan,” ujarnya.

Kepala BSSN Letnan Jenderal TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi menambahkan bahwa digitalisasi pemerintahan merupakan hal yang mutlak dilakukan sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Namun, proses tersebut harus dibarengi dengan fondasi keamanan yang kuat.

“Bahwa di balik transformasi digital, di balik perekonomian digital. Itu harus ada di fondasi yang kuat. Fondasi yang kuat itu adalah namanya keamanan siber, sandi dan sinyal,” tegas Nugroho.

Pada Wisuda Tahun Angkatan 2026 tersebut, Poltek SSN meluluskan 95 Sarjana Terapan Komputer. Para lulusan berasal dari empat program studi, yakni Rekayasa Keamanan Siber, Rekayasa Sistem Kriptografi, Rekayasa Perangkat Lunak Kriptografi, serta Rekayasa Perangkat Keras Kriptografi.

Direktur Poltek SSN Laksamana Pertama TNI Ir. Arnoldus Triono berpesan agar para lulusan menjadikan ilmu dan etos persandian sebagai bekal dalam menjalankan tugas di berbagai penempatan.

“Jadilah perisai pelindung tangguh yang tak tertembus. Pegang teguh etos sandi dimanapun kalian ditempatkan, perjuangan baru dimulai,” pesannya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Kepala BSSN Komjen (Pol) Albertus Rachmad Wibowo dan Kepala BSSN periode 2019–2025 Hinsa Siburian. Teuku Riefky hadir didampingi Direktur Aplikasi Kementerian Ekraf Tri Wahyudi serta Direktur Jasa Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) Kementerian Ekraf Dony Harso.