Bearish 3 Minggu, IHSG Jumat Siang Melemah ke Level 6.264

0
40

(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Jumat siang ini (25/9), terpantau melemah 34,878 poin (0,55%) ke level 6.263,729 setelah dibuka naik ke level 6.315.534.

IHSG bergerak turun ke zona merah dekat area 6,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed di tengah tingginya yields surat berharga AS dan tekanan jualnya, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir variatif terbatas.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,15% atau 27 poin ke level Rp 17.920, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah menguat 4 hari di sesi global sebelumnya, rally ke level 2 bulan tertingginya didorong tekanan inflasi AS dan kecenderungan hawkish the Fed.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.893, serta terpantau tertekan ke area 7 minggu terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau menguat 16,927 poin (0,27%) ke level 6.315.534. Sedangkan indeks LQ45 naik 0,926 poin (0,15%) ke level 625,284. Siang ini melemah 34,878 poin (0,55%) ke level 6.263,729. Sementara LQ45 terlihat turun 1,789 poin (0,29%) poin ke level 622,569.

Tercatat saat ini 140 saham naik, 517 saham turun dan 130 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang naik 1,09%, dan Hang Seng yang turun 1,69%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi dekat area 6,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed di tengah tingginya yields surat berharga AS dan tekanan jualnya, serta mencermati Wall Street yang berakhir variatif terbatas.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan tetap di zona merah secara lebih terbatas, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.787 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,373 dan bila tembus ke level 6,230.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group