MRT Jakarta Bakal Meluas 3 Kali Lipat, Target 46,5 Km pada 2034

0
87
MRT Jakarta
DOK: PT MRT Jakarta

(Vibizmedia-Nasional) Jaringan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta ditargetkan bertambah dari sekitar 15,7 kilometer menjadi 46,5 kilometer pada 2034. Perluasan ini menjadi bagian dari strategi memperkuat transportasi publik sekaligus menghadapi persoalan kemacetan dan perubahan iklim.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan target tersebut saat menjadi pembicara utama dalam Heat Roundtable di New York, Amerika Serikat, Minggu (20/9/2026). Forum tersebut mempertemukan para pemimpin kota dunia untuk membahas tantangan panas perkotaan dan ketahanan iklim.

“Pengembangan jaringan transportasi juga terus dilakukan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan jaringan MRT bertambah dari sekitar 15,7 kilometer menjadi 46,5 kilometer pada 2034,” kata Pramono dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).

Menurut Pramono, pengembangan transportasi publik menjadi penting karena sekitar empat juta orang bergerak keluar-masuk Jakarta dari wilayah penyangga setiap hari, terutama pada jam sibuk. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap transportasi massal yang terintegrasi semakin besar.

Selain MRT, Jakarta juga terus memperkuat konektivitas transportasi melalui integrasi MRT, LRT, Transjakarta, Transjabodetabek, dan kereta komuter.

Pramono menyebut tingkat konektivitas transportasi publik Jakarta saat ini telah mencapai sekitar 93 persen. Pengembangan jaringan tersebut diarahkan untuk menyediakan alternatif transportasi yang dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

“Kami sedang mengubah cara masyarakat bergerak melintasi Jakarta. Kami ingin menyediakan alternatif yang andal dan terjangkau selain kendaraan pribadi, sekaligus mengurangi kemacetan dan emisi,” ujar Pramono.

Selain memperluas jaringan, Jakarta juga mulai memperkuat elektrifikasi transportasi publik. Langkah ini ditempatkan sebagai bagian dari upaya menjadikan sistem transportasi bukan hanya sebagai solusi kemacetan, tetapi juga bagian dari strategi menghadapi perubahan iklim.

Pramono menegaskan pembangunan transportasi publik harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk memperluas akses mobilitas dan menciptakan sistem transportasi yang lebih bersih.

Target perluasan MRT hingga 46,5 kilometer pada 2034 tersebut menjadi bagian dari agenda jangka panjang Jakarta dalam membangun transportasi publik yang terintegrasi, rendah emisi, dan mampu melayani mobilitas warga Jakarta serta kawasan penyangga.