Kapal Nelayan Ternate Disulap Jadi Kanvas, Ekonomi Kreatif Angkat Identitas Maluku Utara

0
65
Foto: Kemenekraf

(Vibizmedia – Ternate) Kreativitas tidak selalu harus hadir melalui ruang pamer atau galeri. Di Ternate, Maluku Utara, kapal-kapal nelayan pun dimanfaatkan sebagai medium seni untuk menceritakan kehidupan, kekayaan alam, dan identitas masyarakat setempat.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar menilai pemanfaatan kapal nelayan sebagai media ekspresi kreatif menunjukkan bagaimana potensi lokal dapat diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai budaya sekaligus ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Irene saat menghadiri peresmian lukisan pada kapal nelayan di Pelabuhan Perikanan Bastiong, Ternate, Maluku Utara, Kamis (24/9/2026).

Menurut Irene, kapal nelayan yang selama ini identik dengan aktivitas melaut kini dapat memiliki fungsi lain sebagai sarana untuk memperkenalkan karakter dan cerita daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

“Kapal yang biasanya hanya menjadi tempat orang pergi melaut dan menjadi bagian dari aktivitas nelayan, kini bisa menjadi sebuah papan cerita yang menceritakan kehidupan masyarakat Maluku Utara. Ketika kapal memiliki cerita, orang akan memiliki rasa ingin tahu dan melihat bahwa ada sesuatu yang spesial dari daerah ini,” kata Irene.

Lukisan pada kapal-kapal tersebut merupakan hasil kreativitas seniman Erika Richardo bersama komunitas seniman lokal Maluku Utara. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-27 Provinsi Maluku Utara.

Kapal nelayan dipilih sebagai medium storytelling visual yang menggabungkan subsektor seni rupa dan desain. Berbagai elemen khas Maluku Utara, mulai dari flora, rempah-rempah hingga biota laut, dituangkan ke dalam karya yang menghiasi badan kapal.

Pendekatan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana kekayaan lokal dapat dikemas melalui karya kreatif tanpa meninggalkan karakter dan identitas daerah.

Potensi Kelor dan Kenari

Selain mengangkat potensi maritim dan seni rupa, Irene juga melihat peluang pengembangan subsektor ekonomi kreatif lainnya yang berbasis kekayaan alam Maluku Utara, khususnya kuliner dan kriya.

Komoditas seperti kelor dan kenari dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi. Menurut Irene, penguatan desain kemasan serta narasi yang menyertai produk menjadi bagian penting agar komoditas lokal dapat memiliki daya tarik yang lebih luas.

“Potensi Maluku Utara luar biasa besar. Di sini banyak daun kelor dan kenari yang di luar dikenal sebagai superfood dan sangat dicari. Yang perlu kita lakukan bersama adalah gotong royong dan berkolaborasi untuk meningkatkan packaging serta storytelling agar potensi ini dapat dikenal lebih luas, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga dunia,” jelas Irene.

Pengembangan produk berbasis potensi lokal tersebut tidak hanya berkaitan dengan peningkatan nilai jual. Kreativitas juga dapat menjadi sarana untuk memperkuat identitas suatu daerah sehingga produk yang dihasilkan memiliki cerita dan karakter yang membedakannya dari produk sejenis.

Perkuat Ekosistem Kreatif Daerah

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif berkomitmen memperkuat pengembangan ekonomi kreatif di daerah melalui kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah daerah, komunitas, pelaku usaha, akademisi, dan media dinilai memiliki peran masing-masing dalam membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan.

Peningkatan kapasitas kreator lokal serta penguatan identitas daerah menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan daya saing produk dan karya kreatif Indonesia, termasuk untuk menjangkau pasar internasional.

Melalui kunjungan kerja tersebut, Wamen Ekraf juga mendorong agar pendampingan terhadap pelaku kreatif Maluku Utara terus berlanjut. Potensi seni rupa, pariwisata, kuliner, kriya, serta berbagai produk berbasis kekayaan alam daerah diharapkan dapat dikembangkan secara lebih optimal.

Pengembangan tersebut pada akhirnya diharapkan tidak hanya memperkuat citra dan identitas Maluku Utara, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi, memperluas peluang usaha, dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.