Dari Flyover hingga Pengendali Banjir, Tujuh Proyek Jakarta Didukung Rp2,11 Triliun

0
195
Foto: Bank Jakarta

(Vibizmedia – Jakarta) Pembangunan sejumlah infrastruktur prioritas di Jakarta mendapat dukungan pembiayaan sindikasi senilai Rp2,11 triliun dari Bank Jakarta bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI, special mission vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan.

Skema pembiayaan tersebut diarahkan untuk mendukung tujuh proyek infrastruktur yang mencakup sektor transportasi, penyediaan hunian, serta pengendalian banjir. Dari total nilai pembiayaan, Bank Jakarta berkontribusi Rp1 triliun, sementara PT SMI memberikan dukungan maksimal Rp1,11 triliun.

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperluas alternatif pembiayaan pembangunan daerah melalui kolaborasi antara lembaga pembiayaan pemerintah dan bank pembangunan daerah.

Kesepakatan pembiayaan ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah, dan Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo di Balai Kota Jakarta pada 16 September 2026.

Dalam keterangan Bank Jakarta yang diterima Sabtu (26/9/2026), Pramono Anung mengatakan dukungan pembiayaan tersebut menjadi salah satu langkah konkret untuk memperkuat pendanaan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengembangkan berbagai skema pendanaan dan tidak bergantung pada satu sumber pembiayaan saja agar proyek-proyek prioritas dapat direalisasikan lebih cepat.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mempercepat pemenuhan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat dan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas layanan warga Jakarta,” kata Pramono.

Ia mengatakan dukungan Bank Jakarta dan PT SMI akan diarahkan untuk membiayai pembangunan yang berkaitan dengan peningkatan konektivitas, penyediaan hunian layak, serta penguatan infrastruktur pengendalian banjir.

Tujuh Infrastruktur yang Mendapat Pembiayaan

Dana sindikasi Rp2,11 triliun tersebut mencakup tujuh kelompok kegiatan pembangunan.

Proyek pertama adalah Flyover Latumeten, yang ditujukan untuk meningkatkan konektivitas sekaligus mendukung aspek keselamatan dan kelancaran pergerakan pengguna jalan.

Pembiayaan berikutnya mencakup Gedung Batavia Dinas Teknis Jatibaru, Rumah Susun Padat Karya Tahap II, dan Rumah Susun Rorotan IX Tahap I. Pembangunan rumah susun tersebut diarahkan untuk menambah ketersediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat.

Sementara itu, kelompok proyek pengendalian banjir meliputi pembangunan waduk, situ, dan embung, polder dan kolam retensi, serta tanggul dan pengendali banjir Pesisir Pantai Tahap III.

Infrastruktur tersebut diharapkan memperkuat kapasitas Jakarta dalam mengelola air dan menghadapi risiko banjir, sekaligus meningkatkan ketahanan kota terhadap dampak perubahan iklim.

Bank Jakarta Perkuat Peran sebagai BPD

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan, kerja sama dengan PT SMI merupakan bagian dari kontribusi perseroan dalam mendukung pembangunan Jakarta menuju kota global.

“Sinergi antara sektor keuangan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi fundamental penting dalam mendorong akselerasi pemenuhan kebutuhan pembangunan di Kota Jakarta,” ujar Agus.

Sebagai bank pembangunan daerah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank Jakarta berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program pembangunan, terutama proyek yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Agus mengatakan, Bank Jakarta juga akan memperluas kerja sama dengan berbagai pihak untuk menghadirkan skema pembiayaan yang inovatif, tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, dan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Kami meyakini, dukungan pembiayaan yang tepat pada sektor prioritas akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan Jakarta yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing sebagai kota global,” katanya.

PT SMI Dorong Alternatif Pembiayaan Daerah

Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan, pembangunan infrastruktur di daerah membutuhkan pola pendanaan yang semakin beragam. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pembiayaan, dan sektor keuangan menjadi salah satu cara untuk memperluas kapasitas pendanaan pembangunan.

PT SMI, kata Reynaldi, terus memperkuat perannya sebagai mitra pemerintah daerah dalam menyediakan alternatif pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan proyek dan kemampuan keuangan daerah.

“PT SMI siap menjadi mitra pemerintah daerah dalam menghadirkan alternatif pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, sekaligus membuka ruang sinergi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penyediaan infrastruktur yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Reynaldi.

Ia menambahkan, kerja sama dengan Bank Jakarta dapat menjadi salah satu contoh pembiayaan kreatif yang berpotensi dikembangkan di daerah lain, dengan tetap mempertimbangkan karakteristik proyek, kebutuhan pembangunan, serta kapasitas fiskal masing-masing pemerintah daerah.

Hingga Juli 2026, PT SMI mencatat total komitmen pembiayaan daerah sebesar Rp37,19 triliun, dengan outstanding pembiayaan Rp13,67 triliun.

Dukungan tersebut sejalan dengan arahan Kementerian Keuangan untuk memperluas penggunaan skema pembiayaan kreatif dalam mendukung pembangunan infrastruktur daerah.

Melalui skema sindikasi Bank Jakarta dan PT SMI, pembangunan tujuh proyek prioritas Jakarta diharapkan dapat berjalan lebih cepat. Selain memperkuat fasilitas perkotaan dan konektivitas, proyek tersebut diarahkan untuk memperluas akses terhadap hunian layak serta meningkatkan kapasitas perlindungan Jakarta dari risiko banjir dan dampak perubahan iklim.