Indonesia dan Korea Perkuat Kompetensi SDM di Sektor Offshore Plant Service

0
151
Foto: Kemenko Ekon

(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah Indonesia dan Republik Korea memperkuat kemitraan di sektor offshore plant service industry dengan menitikberatkan kerja sama pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan penguasaan teknologi. Salah satu langkah konkret kerja sama tersebut ditandai dengan peresmian Korea-Indonesia Offshore Plant Service Training Center (KIOS Center) di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Jakarta, Rabu (15/09).

KIOS Center dibangun sebagai bagian dari implementasi MoU on Cooperation in the Field of Offshore Plant Service Industry yang ditandatangani kedua negara pada 1 April 2026 di Seoul. Kesepakatan tersebut kemudian diperkuat melalui Implementing Arrangement (IA) Indonesia Eco-friendly Offshore Plant Service Industry Capacity Building Official Development Assistance (ODA).

Pusat pelatihan ini menawarkan program berbasis simulator yang mencakup pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas lepas pantai, serta kegiatan bongkar muat kargo. Hingga 2029, KIOS Center ditargetkan mampu meningkatkan kompetensi sekitar 240 tenaga profesional, sekaligus mendukung penguatan daya saing perusahaan domestik yang bergerak di sektor terkait.

Penguatan SDM Jadi Fondasi Industri

Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Elen Setiadi, menilai peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu fondasi penting untuk membangun industri offshore plant service nasional yang semakin kuat.

Menurutnya, keberadaan KIOS Center tidak hanya diarahkan sebagai fasilitas pelatihan, tetapi juga diharapkan berkembang menjadi wadah kolaborasi jangka panjang yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan pelaku industri dari Indonesia maupun Korea.

“Peresmian KIOS Center ini memiliki arti penting dalam mendukung penguatan kapasitas SDM, peningkatan kompetensi, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan kemampuan teknologi di bidang offshore plant service industry,” ujar Elen.

Dorong Transfer Pengetahuan dan Teknologi

Melalui fasilitas pelatihan berbasis simulator, kerja sama kedua negara diarahkan untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih aplikatif bagi para tenaga profesional. Penguatan kompetensi tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan proses pertukaran pengetahuan dan teknologi antara Indonesia dan Korea.

Pengembangan KIOS Center juga menjadi bagian dari upaya memperluas fondasi kerja sama industri kedua negara, khususnya dalam membangun tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan sektor offshore plant service sekaligus meningkatkan kemampuan perusahaan nasional.

Peresmian KIOS Center turut dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Sultan Bachtiar Najamudin, Duta Besar Republik Korea untuk Republik Indonesia H.E. Yoon Soon-gu, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut Budi Rahardjo, Ketua STIP Capt. Tri Cahyadi, Presiden Korea Maritime and Ocean University Ryu Dong-geun, serta Dean of Academic Affairs Korea Maritime and Ocean University Lee Sang-deuk.