PPN Pengambengan Bali Dikembangkan Menjadi Pusat Perikanan Terintegrasi Berkelas Dunia

0
62
Foto: KKP

(Vibizmedia – Jembrana, Bali) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai merealisasikan pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Kabupaten Jembrana, Bali, menjadi pelabuhan perikanan terintegrasi bertaraf internasional.

Melalui proyek Integrated Fishing Ports and International Fish Market Phase I, kawasan tersebut tidak lagi hanya berfungsi sebagai fasilitas pendaratan dan pelayanan kapal. PPN Pengambengan akan dikembangkan menjadi kawasan yang menghubungkan aktivitas penangkapan ikan dengan pengolahan, pemasaran, hingga distribusi produk perikanan ke pasar internasional.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, proses menuju pembangunan tersebut membutuhkan persiapan yang panjang. Pemerintah tidak hanya harus memastikan ketersediaan pembiayaan, tetapi juga membangun dukungan dari pelaku usaha dan masyarakat nelayan.

Perencanaan juga dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pelaku usaha perikanan, baik skala kecil maupun besar, serta keberadaan nelayan tradisional di wilayah Pengambengan.

“Pembangunan ini selain untuk pengembangan ekonomi, harapannya menjadi tempat yang mengombinasikan industri perikanan modern dan pariwisata, sehingga membawa peluang yang baik untuk masa depan Bali,” ujar Trenggono dalam acara groundbreaking PPN Pengambengan di Jembrana, Selasa (29/9).

Dari Pelabuhan Menjadi Kawasan Industri Perikanan

Pengembangan PPN Pengambengan akan mengubah pola pengelolaan kawasan yang selama ini lebih berfokus pada layanan kepelabuhanan. Nantinya, aktivitas pendaratan ikan akan terhubung langsung dengan industri pengolahan, pemasaran, dan jaringan distribusi.

Jenis ikan yang didaratkan juga akan diperluas, termasuk komoditas tuna. Konsep pembangunan dan operasional pelabuhan yang mengedepankan aspek ramah lingkungan sekaligus membuka peluang bagi kawasan tersebut untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata baru di Bali bagian barat.

Perubahan skala kawasan terlihat dari perluasan area pelabuhan. Luas kawasan yang sebelumnya 13,5 hektare akan diperbesar menjadi 49,3 hektare. Sementara luas kolam pelabuhan meningkat dari 24 hektare menjadi 88,3 hektare.

Perluasan tersebut akan meningkatkan kapasitas pelabuhan hingga mampu menampung sekitar 1.600 kapal, dibandingkan kapasitas sebelumnya sebanyak 1.273 kapal. Dengan kapasitas kolam labuh yang lebih besar, PPN Pengambengan juga diproyeksikan dapat menerima kapal-kapal perikanan bertonase besar yang sebelumnya beroperasi dari Pelabuhan Benoa.

Produksi dan Serapan Tenaga Kerja Meningkat

Modernisasi fasilitas diproyeksikan berdampak langsung terhadap kapasitas produksi dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Volume pendaratan ikan ditargetkan meningkat dari sekitar 61.300 ton per tahun menjadi 124.000 ton per tahun. Peningkatan aktivitas tersebut juga diperkirakan mendongkrak Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga Rp104 miliar per tahun, dari posisi saat ini sekitar Rp48 miliar.

Dari sisi ketenagakerjaan, pengembangan PPN Pengambengan diproyeksikan menciptakan lapangan pekerjaan bagi sekitar 25.000 orang. Jumlah tersebut hampir tiga kali lipat dibandingkan tenaga kerja yang terserap saat ini.

Dorong Ekonomi Biru Berkelanjutan

Proyek pengembangan PPN Pengambengan ditargetkan rampung pada akhir 2029 dengan nilai kontrak mencapai Rp1,27 triliun. Pembiayaan proyek tersebut mendapat dukungan dari Islamic Development Bank (IsDB).

Modernisasi pelabuhan perikanan juga dilakukan pemerintah di lokasi lain. Salah satunya adalah PPN Kejawanan di Cirebon yang saat ini juga masuk dalam program pengembangan.

Perwakilan IsDB Anisa Pratiwi mengatakan pengembangan fasilitas perikanan tersebut sejalan dengan agenda pemerintah Indonesia dalam membangun ekonomi biru yang produktif sekaligus berkelanjutan.

“Pengembangan pelabuhan sangat sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia untuk mendorong ekonomi biru yang produktif dan berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi sumber daya kelautan dan perikanan sekaligus menjaga keberlanjutannya bagi generasi mendatang,” ungkap Anisa.

Ia berharap pengembangan PPN Pengambengan maupun PPN Kejawanan dapat semakin mengoptimalkan potensi sektor perikanan Indonesia.

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Bali

Pemerintah Provinsi Bali turut menyatakan dukungannya terhadap proyek modernisasi PPN Pengambengan. Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan peningkatan fasilitas dan layanan pelabuhan sejalan dengan strategi pemerintah daerah dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi dari sektor maritim.

“Ini program luar biasa, pertama dan terbesar di Indonesia, yang akan meningkatkan nilai ekonomi Bali, meningkatkan kesejahteraan para nelayan, bahkan perikanan dari hulu sampai hilir,” kata Koster.

Dengan pengembangan tersebut, PPN Pengambengan diharapkan tidak hanya menjadi simpul pendaratan hasil laut, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi perikanan yang menghubungkan nelayan, industri pengolahan, pasar, hingga jaringan distribusi internasional. Integrasi tersebut sekaligus diarahkan untuk menciptakan nilai tambah bagi hasil perikanan dan meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat Jembrana serta Bali secara lebih luas.