Kementerian Ekraf Dorong Pengentasan Kemiskinan melalui Pengembangan Ekonomi Kreatif

0
187
Foto: Kemenekraf

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat kontribusinya dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan kelas menengah melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha, serta peningkatan pendapatan masyarakat. Upaya tersebut menjadi bagian dari kolaborasi lintas kementerian dan lembaga yang dibahas dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) mengenai Kemiskinan Klaster Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menjelaskan bahwa rapat tersebut membahas pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Ia menegaskan, penanganan kemiskinan membutuhkan sinergi antarkementerian dan lembaga, termasuk untuk membantu masyarakat kelas menengah yang mengalami penurunan kesejahteraan agar kembali meningkatkan taraf hidupnya.

“Antisipasi kita, tentu akan terus berusaha mendorong agar kelas menengah yang turun bisa naik, kelas yang miskin juga naik secara bersamaan dalam satu tangga. Untuk itu, kita perlu berkolaborasi bersama-sama agar tantangan tersebut bisa kita tangani sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing. Sehingga amanat Inpres Nomor 8 Tahun 2025 bisa kita atasi,” ujar Muhaimin.

Dalam mendukung agenda tersebut, Kementerian Ekraf mengandalkan tiga program unggulan yang berorientasi pada perluasan kesempatan kerja dan usaha, terutama bagi generasi muda. Ketiga program itu adalah Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengatakan pengembangan ekonomi kreatif perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penggalian potensi hingga pemasaran produk. Menurutnya, desa dan daerah memiliki kekayaan serta potensi kreatif yang dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.

Melalui program Aktivasi Desa Kreatif, pemerintah mendorong pengembangan potensi lokal agar mampu menciptakan kegiatan usaha, menambah pendapatan, dan membuka lapangan kerja. Penguatan potensi tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pasar sehingga produk kreatif daerah memiliki peluang berkembang lebih besar.

“Ekonomi kreatif tumbuh dengan membangun ekosistemnya dari hulu sampai hilir. Kita mulai dari desa karena banyak potensi dan kekayaan kreatif justru lahir dari daerah. Melalui Aktivasi Desa Kreatif, menciptakan usaha, pendapatan, lapangan kerja, sekaligus membuka akses ke pasar. Kemudian kita perlu menyediakan ruang untuk talenta dan wirausaha muda bertumbuh. Di sinilah Creative Hub berperan sebagai tempat untuk belajar, bereksperimen, berkolaborasi, membangun jejaring, dan mengembangkan usaha,” kata Irene.

Selain memperkuat potensi ekonomi kreatif di daerah, Kementerian Ekraf juga mendorong pengembangan talenta dan kewirausahaan melalui program Aktivasi Creative Hub. Program ini menyediakan ruang bagi generasi muda untuk meningkatkan keterampilan, mengembangkan ide, berkolaborasi, serta membangun jaringan yang mendukung pertumbuhan usaha kreatif.

Keberadaan Creative Hub diharapkan dapat membantu para kreator dan wirausaha muda mengubah gagasan menjadi produk atau layanan yang memiliki nilai ekonomi. Dengan dukungan ekosistem yang memadai, potensi kreativitas dapat berkembang menjadi sumber pendapatan dan kesempatan kerja yang berkelanjutan.

Sementara itu, program Creative by Indonesia diarahkan untuk memperkuat akses pasar bagi pelaku ekonomi kreatif. Inisiatif ini membuka peluang bagi produk dan karya kreatif untuk menjangkau konsumen yang lebih luas melalui pertemuan dengan calon pembeli, penjajakan kemitraan bisnis atau business matching, serta pengembangan kerja sama hingga pasar internasional.

Irene menekankan bahwa ketiga program tersebut saling melengkapi dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif. Pengembangan potensi dan talenta perlu diikuti dengan penguatan usaha serta akses pemasaran agar dapat memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

“Ketiga inisiatif ini kita bangun bersama untuk memastikan bahwa potensi kreatif tidak berhenti menjadi potensi: ada yang mengembangkan talenta, ada yang memperkuat usaha, dan ada yang membuka jalan menuju pasar,” jelas Irene.

Melalui pendekatan tersebut, ekonomi kreatif diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen pemberdayaan masyarakat yang mendorong kemandirian ekonomi, memperluas kesempatan kerja, serta membantu meningkatkan kesejahteraan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah maupun kelas menengah.

Rapat Tingkat Menteri tersebut turut dihadiri Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurahman, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, serta Managing Director Stakeholders Management BP Danantara Rohan Hafas.

Dalam pertemuan tersebut, Irene Umar didampingi Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Mohammed Ali Berawi, Direktur Kajian dan Manajemen Strategis Agus Syarip Hidayat, serta Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fahmy Akmal.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program pengentasan kemiskinan secara terpadu, sekaligus menjadikan potensi ekonomi kreatif sebagai sumber pertumbuhan usaha, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.