WCCE 2026 di Jakarta Perkuat Kolaborasi Ekonomi Kreatif Indonesia dan Dunia

0
88

(Vibizmedia – Jakarta) Indonesia bersiap menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026, sebuah forum internasional yang mempertemukan pemimpin ekonomi kreatif, pembuat kebijakan, pelaku industri, kreator, akademisi, investor, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan dari berbagai negara. Konferensi ini dijadwalkan berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 di Kempinski Hotel, Jakarta.

Mengangkat tema “Inclusively Creative: Collective Continuity”, WCCE 2026 diarahkan untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan global.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyatakan bahwa penyelenggaraan WCCE 2026 merupakan kesempatan penting bagi Indonesia untuk mendorong ekonomi kreatif menjadi bagian yang semakin strategis dalam agenda pembangunan dunia.

Salah satu hasil utama yang ditargetkan dari forum tersebut adalah Jakarta Vision on Creative Economy. Dokumen ini diharapkan menjadi landasan bagi penguatan posisi ekonomi kreatif dalam agenda pembangunan global setelah 2030, sekaligus meningkatkan pengakuan internasional terhadap kontribusi sektor tersebut bagi kemajuan ekonomi dan sosial.

“WCCE 2026 menjadi momentum bagi Indonesia untuk membawa ekonomi kreatif ke tingkat yang lebih strategis dalam agenda pembangunan dunia. Salah satu keluaran pentingnya adalah Jakarta Vision on Creative Economy yang diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat posisi ekonomi kreatif dalam agenda pembangunan global setelah 2030, sekaligus mendorong perhatian dunia terhadap kontribusi ekonomi kreatif dalam pembangunan ekonomi dan sosial,” ujar Teuku Riefky.

Melalui dokumen tersebut, Indonesia juga mendorong terbentuknya kesepahaman bersama mengenai arah pengembangan ekonomi kreatif di masa mendatang. Jakarta Vision on Creative Economy diharapkan dapat menjadi salah satu landasan dalam pembahasan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait ekonomi kreatif.

Sejak pertama kali digagas Indonesia pada 2018, WCCE terus berkembang sebagai forum internasional yang menghubungkan pemerintah, industri, akademisi, kreator, pelaku usaha, dan berbagai elemen ekosistem ekonomi kreatif. Platform ini menjadi ruang untuk bertukar gagasan, membahas tantangan bersama, serta mengidentifikasi peluang pengembangan sektor kreatif di tingkat global.

Menurut Teuku Riefky, semangat kolaborasi yang telah dibangun sejak awal tersebut akan kembali menjadi fokus utama penyelenggaraan WCCE tahun ini.

“WCCE telah berkembang menjadi platform global untuk mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, kreator, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam merespons tantangan serta peluang ekonomi kreatif. Semangat kolaborasi inilah yang terus kita perkuat melalui WCCE 2026,” ungkapnya.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menambahkan bahwa WCCE 2026 tidak hanya ditujukan sebagai forum pertukaran pemikiran, tetapi juga sebagai sarana memperluas jaringan dan menciptakan kemitraan bisnis yang konkret antara pelaku ekonomi kreatif Indonesia dan mitra internasional.

Ia menilai, pertumbuhan ekonomi kreatif membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar pelaku industri memiliki akses yang lebih luas terhadap pasar, investasi, teknologi, serta pengembangan kekayaan intelektual atau intellectual property (IP).

“Ekonomi kreatif tidak tumbuh dalam ruang yang terpisah. Kita membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, kreator, komunitas, akademisi, investor, dan mitra internasional untuk membuka akses terhadap pasar, investasi, teknologi, dan pengembangan kekayaan intelektual. Karena itu, WCCE 2026 kami dorong agar tidak berhenti pada dialog, tetapi menghasilkan koneksi dan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi ekosistem ekonomi kreatif,” kata Irene.

Untuk mendukung tujuan tersebut, WCCE 2026 akan menghadirkan berbagai agenda, antara lain sesi pleno, Friends of Creative Economy & Ministerial Meeting, pertemuan bilateral, penjajakan kemitraan bisnis atau business matchmaking, pidato utama, dialog global, sesi kreatif, serta diskusi mendalam mengenai berbagai isu strategis ekonomi kreatif.

Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan pengambil kebijakan dengan pelaku industri, kreator, investor, dan mitra global. Dengan demikian, forum tersebut diharapkan mampu menjembatani pertukaran gagasan dengan peluang kerja sama yang dapat ditindaklanjuti.

Creativillage Hadirkan Pengalaman Kreatif bagi Masyarakat

Selain konferensi utama, WCCE 2026 akan diperluas melalui program Creativillage yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta. Berbeda dari agenda konferensi yang berfokus pada dialog dan kerja sama strategis, Creativillage menghadirkan pengalaman ekonomi kreatif yang dapat dinikmati secara langsung oleh masyarakat.

Sejumlah kegiatan yang masuk dalam rangkaian ini meliputi Soul of Indonesia di Akasta SCBD pada 21 Oktober, Village One di Ashta District 8 dan Village Two di MGP Space, SCBD Park pada 21–25 Oktober. Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan WCCE Weekland di SCBD Park pada 24–25 Oktober 2026.

Berbagai program tersebut akan menampilkan karya, produk, dan pengalaman dari beragam subsektor ekonomi kreatif. Cakupannya antara lain seni, desain, fesyen, literatur, permainan, kekayaan intelektual, teknologi, kuliner, hingga produk kreatif unggulan dari berbagai daerah di Indonesia.

Kehadiran Creativillage diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap karya kreatif sekaligus membuka kesempatan bagi para pelaku usaha dan kreator untuk memperkenalkan produk, membangun jaringan, serta menjangkau calon mitra dan konsumen yang lebih luas.

Rangkaian WCCE 2026 juga berdekatan dengan peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional pada 24 Oktober, yang menjadi bagian dari semangat OktoberKreasi. Gerakan ini mengajak pemerintah daerah dan pelaku ekonomi kreatif di berbagai wilayah untuk mengaktifkan ruang-ruang kreatif, mempromosikan karya lokal, memperluas jejaring, dan menciptakan peluang kolaborasi baru.

Melalui penyelenggaraan WCCE 2026, Indonesia diharapkan tidak hanya memperkuat posisinya sebagai tuan rumah forum ekonomi kreatif internasional, tetapi juga mampu menghubungkan potensi kreativitas lokal dengan peluang di pasar global.

Perpaduan antara konferensi internasional, pertemuan bisnis, dan kegiatan publik melalui Creativillage diharapkan menghasilkan manfaat nyata berupa peningkatan kerja sama, peluang investasi, pengembangan usaha, penguatan kekayaan intelektual, serta perluasan akses pasar bagi pelaku ekonomi kreatif nasional.

WCCE 2026 sekaligus menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan bahwa kreativitas dapat menjadi kekuatan pembangunan yang melampaui batas negara, mempertemukan beragam gagasan, dan membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Informasi lebih lanjut mengenai jadwal, rangkaian kegiatan, dan registrasi WCCE 2026 dapat diakses melalui situs resmi www.wcce.id atau akun Instagram @wcceid.