Airlangga Dorong Hilirisasi, Transformasi Digital, dan Energi Hijau sebagai Penggerak Ekonomi Baru

0
88
Foto: Kemenko Ekon

(Vibizmedia – Semarang) Pemerintah terus memperluas penyebaran informasi mengenai kebijakan ekonomi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, termasuk di lingkungan perguruan tinggi. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat partisipasi publik dalam mendukung agenda pembangunan nasional di tengah dinamika perekonomian global.

Fundamental ekonomi Indonesia sejauh ini masih menunjukkan ketahanan. Pada Semester I 2026, perekonomian nasional tumbuh 5,45 persen secara kumulatif (cumulative to cumulative/ctc), dengan konsumsi domestik dan investasi sebagai penopang utama.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia perlu mengoptimalkan kekuatan ekonomi dalam negeri sekaligus memperkokoh fondasi pertumbuhan untuk menghadapi tantangan global ke depan. Stabilitas ekonomi, pengendalian inflasi, peningkatan investasi, dan terjaganya daya beli masyarakat menjadi sejumlah faktor penting dalam mempertahankan momentum pertumbuhan. Inflasi pada September 2026 tercatat sebesar 3,28 persen.

“Indonesia harus terus memperkuat mesin-mesin pertumbuhan baru. Kita tidak hanya perlu menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan produktivitas, memperkuat industri, dan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan ekonomi ke depan,” ujar Airlangga dalam Kuliah Umum dan Penyerahan Beasiswa DPP Universitas Negeri Semarang (UNNES) Tahun 2026, Jumat (9/10/2026).

Salah satu upaya yang terus diperkuat pemerintah adalah hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Melalui pengolahan komoditas menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi, Indonesia diharapkan mampu memperkuat keterkaitan industri dan meningkatkan daya saing produk nasional.

Perkembangan tersebut terlihat dari ekspor produk mineral dan logam yang meningkat dari sekitar USD1,4 miliar pada 2016 menjadi USD35 miliar pada 2025. Diversifikasi produk turunan kelapa sawit juga berkembang dari 54 menjadi 208 jenis produk, sementara ekspor kelapa terus didorong agar tumbuh hingga 50 persen.

Selain hilirisasi, pemerintah memandang transformasi digital sebagai peluang penting untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan sumber pertumbuhan baru. Sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia perlu meningkatkan perannya, tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pengembang inovasi dan pencipta nilai tambah digital.

Untuk mendukung tujuan tersebut, pengembangan ekosistem yang mengintegrasikan pusat data (data center), kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), semikonduktor, dan talenta digital menjadi semakin penting. Penguasaan bidang-bidang ini dinilai akan berpengaruh terhadap perkembangan industri dan daya saing Indonesia di masa mendatang.

Pemerintah juga memperkuat kapasitas teknologi melalui kerja sama internasional, termasuk pengembangan teknologi semikonduktor bersama ARM Holdings dari Inggris. Kolaborasi ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan desain semikonduktor sekaligus mempersiapkan tenaga kerja terampil yang dibutuhkan industri, sehingga Indonesia dapat mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok teknologi global.

Pada tingkat internasional, Indonesia turut memperkuat keterlibatannya dalam pengembangan dan tata kelola AI dengan menjadi anggota pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Sementara di kawasan Asia Tenggara, kerja sama melalui Digital Economy Framework Agreement (DEFA) diharapkan memperluas integrasi ekonomi digital serta membuka peluang baru bagi dunia usaha dan tenaga kerja Indonesia.

Pengembangan teknologi tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri. Berbagai upaya yang didorong pemerintah mencakup pertukaran talenta teknologi dengan Singapura, pengembangan ekosistem perusahaan rintisan digital, insentif Super Tax Deduction hingga 200 persen untuk kegiatan tertentu yang memenuhi ketentuan, serta program Digital Talent Scholarship.

Di luar sektor digital, transisi menuju energi bersih dan industri hijau juga diproyeksikan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi berikutnya. Peningkatan aktivitas ekonomi dan perkembangan industri diperkirakan akan mendorong kebutuhan listrik nasional pada 2030.

Untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut, Presiden mendorong pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga berkapasitas 100 gigawatt. Pengembangan energi surya juga perlu disertai penerapan sistem penyimpanan energi (battery energy storage system) agar pasokan listrik dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan.

Pemerintah turut memperluas akses pasar internasional melalui penguatan kerja sama perdagangan dengan sejumlah mitra, antara lain Uni Eropa, Australia, Kanada, Korea Selatan, dan Swiss. Berbagai perjanjian perdagangan tersebut diharapkan meningkatkan daya saing produk nasional sekaligus memperluas peluang ekspor.

Produk unggulan yang berpotensi memperoleh manfaat dari perluasan akses pasar ini mencakup minyak kelapa sawit, alas kaki, kopi, furnitur, serta komoditas pertanian dan perikanan.

Airlangga menegaskan bahwa penguasaan teknologi digital perlu menjadi perhatian generasi muda, mengingat kebutuhan tenaga kerja akan terus berubah seiring perkembangan industri.

“Anak-anak muda ini menjadi digital literate dibandingkan dengan eyang dan buyut-buyutnya, jadi ini adalah the next economy yang harus kita kuasai. Kita mendorong artificial intelligence, semi-conductor, dan talenta digital karena kebutuhan kerja akan berbeda dengan mereka yang bekerja di sektor industri padat karya dan di sektor industri padat modal,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Airlangga juga mengapresiasi kontribusi berbagai pihak dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan finansial. Pada 2026, Dewan Penyantun Pendidikan memberikan dukungan kepada 531 mahasiswa untuk masa perkuliahan selama empat tahun.

Jumlah penerima tersebut meningkat dibandingkan dengan 376 mahasiswa pada 2024 dan 506 mahasiswa pada 2025. Peningkatan ini mencerminkan keberlanjutan komitmen bersama dalam membantu mahasiswa menempuh pendidikan hingga selesai sekaligus memperluas kesempatan memperoleh pendidikan tinggi.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menambahkan, penyampaian informasi mengenai kebijakan ekonomi kepada masyarakat, termasuk kalangan akademisi, merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat pemahaman publik terhadap agenda pembangunan nasional.

Haryo juga menyampaikan pesan Airlangga agar mahasiswa terus memperdalam kompetensi utama, membangun kebiasaan belajar sepanjang hayat (lifelong learning), serta meningkatkan literasi digital, kemampuan mengolah data, dan pemanfaatan AI.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital, Rektor UNNES beserta jajaran, Majelis Wali Amanat, serta Dewan Penyantun Pendidikan Universitas Negeri Semarang.