TEI 2026 Hadirkan 50 Produk UMKM Pilihan untuk Menembus Pasar Ekspor

0
45
Menteri Perdagangan Budi Santoso di sebuah area pameran TEI ke 41 di ICE, BSD, Tangerang (Foto: Kemendag)
(Vibizmedia – Industry) Sebanyak 50 merek unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapat kesempatan memperluas peluang ekspor melalui Paviliun Product Placement Pilihan Busan x UMKM BISA EKSPOR dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, 14–18 Oktober 2026.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengunjungi paviliun tersebut pada Rabu (14/10) untuk berdialog langsung dengan para peserta mengenai perkembangan penjajakan pasar dan calon pembeli dari luar negeri.

“Sudah dapat buyer?” tanya Mendag Budi kepada para pelaku usaha yang memamerkan produknya di Pre-function Hall Nusantara.

Salah satu peserta, Astia Mulyawati, pemilik Basyira Cookies asal Jayapura, Papua, mengaku telah menerima permintaan sampel produk biskuit berbahan dasar olahan sagu. Meski belum mengekspor produknya, ia berencana mengirimkan sampel ke Korea Selatan pada bulan berikutnya.

“Dua tahun terakhir, kami mewakili Provinsi Papua. Namun, tahun ini kami hadir melalui Pilihan Busan. Produk kami memang belum ekspor, tetapi kami telah menerima permintaan sampel dan berencana mengirimkannya ke Korea Selatan bulan depan. Semoga di TEI tahun ini kami bisa mendapatkan buyer,” ujar Astia, yang untuk ketiga kalinya mengikuti TEI.

Muadzin Jihad, perwakilan Forest Beverage Solution Group asal Jakarta. Perusahaannya telah mengirimkan sampel produk ke sejumlah negara, termasuk Malaysia, sebagai langkah awal memasuki pasar internasional.

Menurut Mendag Budi, produk yang mengikuti program Pilihan Busan telah melalui proses seleksi dan kurasi. Program ini berawal dari kebiasaannya menata produk UMKM unggulan di ruang tamu kantor untuk diperkenalkan kepada tamu, termasuk pejabat dan delegasi luar negeri.

Konsep tersebut kemudian dikembangkan melalui kolaborasi dengan program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor. Selain makanan dan minuman, paviliun ini menampilkan produk kriya, fesyen, serta perlengkapan hunian.

Paviliun juga mengedepankan keberlanjutan dengan memanfaatkan sekitar 360 kilogram sampah plastik daur ulang untuk membuat elemen stan. Pelaku usaha turut memperoleh akses ke layanan pendukung ekspor, seperti Klinik Desain, Cek Ekspor, Export Center, dan platform InaExport, serta ruang pertemuan bisnis dengan calon pembeli.

Melalui promosi, pendampingan, dan fasilitasi tersebut, paviliun ini diharapkan membantu UMKM memperluas jejaring bisnis dan meningkatkan peluang menembus pasar internasional.