Pangan Jadi Senjata, Energi Jadi Kunci: Strategi Indonesia Hadapi Krisis Global

0
39
Beras
Produksi beras. FOTO: KEMENTAN

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah memperkuat swasembada pangan dan kemandirian energi sebagai strategi utama menjaga ketahanan nasional di tengah ketidakpastian global. Pengembangan biodiesel dan etanol serta optimalisasi sumber energi dalam negeri menjadi langkah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan hal tersebut saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) dalam rangka dua tahun pertama pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Presiden menyampaikan bahwa Indonesia patut bersyukur karena kondisi pangan nasional relatif terkendali dan swasembada pangan telah menjadi salah satu capaian utama pemerintah. Menurutnya, kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri sangat penting ketika krisis global berpotensi mengganggu perdagangan internasional.

“Dalam waktu cepat, saudara-saudara, pangan itu menentukan. Karena sekarang pangan bisa menjadi senjata. Dalam keadaan krisis kita punya uang pun mungkin kita tidak bisa beli beras dari negara lain,” ujar Prabowo.

Ia juga menyoroti keberhasilan menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan iklim, termasuk kekeringan yang berlangsung pada 2025–2026. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi fenomena El Niño maupun La Niña agar pasokan pangan nasional tetap terjaga.

“Kita bersyukur kita sudah swasembada pangan. Di musim yang sangat sulit, 25-26 kekeringan cukup panjang kita bisa swasembada. El Nino kita hadapi, nanti ada La Nina kita hadapi. Tapi kita sudah punya kontijensi-kontijensi,” tuturnya.

Kemandirian Energi Kurangi Ketergantungan Impor BBM

Selain pangan, kemandirian energi menjadi perhatian pemerintah di tengah kenaikan harga minyak dunia. Indonesia dinilai memiliki potensi sumber energi domestik yang besar, mulai dari batu bara dan panas bumi hingga bahan bakar nabati yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

“Harga minyak dunia naik dan akan naik. Kita bersyukur kita punya sumber-sumber energi lain yang cukup banyak. Batu bara kita masih banyak, geotermal kita banyak. Yang terutama kita bisa buat diesel solar dari tanaman. Biodiesel kita nanti akan sangat membantu kita,” kata Prabowo.

Pemerintah juga mendorong pengembangan biodiesel dan etanol secara bertahap. Indonesia telah mencapai target campuran biodiesel B50, sementara pengembangan bahan bakar berbasis etanol diarahkan menuju E50 dalam beberapa tahun mendatang.

Prabowo menyebut pemerintah berharap dapat mencapai E10 pada tahun ini, dilanjutkan E20 dalam dua tahun berikutnya, sebelum menuju E50 pada tahap selanjutnya.

“Kita sudah mencapai B50, dan kita sekarang akan berjuang untuk etanol menjadi etanol E50. Mungkin tahun ini kita baru bisa mencapai E10. Mungkin 2 tahun lagi kita akan berharap mencapai E20. Dan 2 tahun sesudah itu kita berharap kita akan mencapai E50. Pada saat kita E50 dan B50 kita insyaallah tidak perlu impor BBM lagi dari luar,” ujarnya.

Pengembangan bahan bakar nabati tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi, memanfaatkan potensi sumber daya dalam negeri, sekaligus mengurangi paparan Indonesia terhadap gejolak harga minyak internasional.

Pemerintah Siapkan Langkah Penghematan

Dalam sidang kabinet tersebut, Presiden turut mengapresiasi kerja keras jajaran kabinet selama menjalankan tugas pemerintahan. Ia mengingatkan bahwa masa pemerintahan berlangsung selama lima tahun dan setiap anggota kabinet memiliki peran dalam tahapan pelaksanaan program pemerintah.

“Intinya saudara-saudara, dalam pembukaan ini saya terima kasih dengan kerja keras saudara-saudara sekalian. Sebagaimana saya sampaikan dari awal pemerintahan kita tidak semua pemain akan kita mainkan di awal,” ucapnya.

Presiden menegaskan bahwa pemerintah masih menghadapi berbagai tantangan sehingga seluruh jajaran harus tetap bekerja keras untuk menjawab harapan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya keberanian, semangat berkorban, dan keteguhan dalam menghadapi tekanan, termasuk melalui kebijakan penghematan apabila diperlukan.

“Kita tidak takut. Kita punya kekuatan, kita punya keberanian, dan kita rela berkorban, dan kita tidak mengenal menyerah. Kalau perlu, kita adakan penghematan besar-besaran, kita lebih hemat lagi nanti,” tegasnya.

Penguatan swasembada pangan dan kemandirian energi menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ketahanan nasional. Di tengah ketidakpastian global, kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dan energi dari sumber daya sendiri dinilai strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi, mengurangi ketergantungan pada pasokan luar negeri, serta memperkuat kedaulatan Indonesia.