(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, penutupan Kamis sore ini (29/10), terpantau tergelincir tajam 184,255 poin (3,49%) ke level 5.098,057 setelah dibuka naik ke level 5.305.198.
IHSG bergerak gagal melanjutkan rebound dan merosot tajam mengarah ke 6 tahun terendahnya kembali, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed setelah the Fed mempertahankan suku bunganya di antara tensi geopolitik Timur Tengah masih memanas, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam gain dengan keputusan the Fed yang sesuai prediksi pasar.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat 0,28% atau 50 poin ke level Rp 18.125, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menanjak setelah melemah di sesi global sebelumnya, bangkit dari koreksi setelah keputusan the Fed mempertahankan suku bunganya.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp18.175, serta terpantau rebound dari area rekor terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau menguat 22,886 poin (0,43%) ke level 5.305.198. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,269 poin (0,42%) ke level 541,739. Siang ini IHSG melemah 139,489 poin (2,64%) ke level 5.142,823. Sementara LQ45 terlihat turun 15,833 poin (2,93%) poin ke level 523,637.
IHSG kemudian tambah merosot dan ditutup melemah 184,255 poin (3,49%) ke level 5.098,057. Sementara LQ45 terlihat turun 4,48% atau 24,186 poin ke level 515,284. Tercatat saat ini 98 saham naik, 624 saham turun dan 70 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang naik 1,10%, dan Hang Seng yang turun 0,59%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini kembali mengikuti tren bearish sebelumnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed setelah the Fed mempertahankan suku bunganya, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam gain.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih dalam tekanan, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 5.455 dan 5.912. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,185 dan bila tembus ke level 4,907.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group









