BPS: Jumlah Penumpang Kereta Api Tumbuh 7,83 Persen pada September 2026

0
46
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS RI, Ateng Hartono, menyampaikan paparan mengenai perkembangan sektor transportasi dalam Rilis Berita Resmi Statistik yang digelar di Jakarta, Senin (2/11/2026). (Foto: Tangkapan Layar YouTube BPS)

(Vibizmedia – Jakarta) Aktivitas transportasi di Indonesia memperlihatkan tren pertumbuhan yang beragam sepanjang September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan jumlah penumpang secara tahunan pada moda kereta api, angkutan laut domestik, serta angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP). Sebaliknya, transportasi udara masih mengalami penurunan jumlah penumpang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS RI, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa secara bulanan sebagian besar moda transportasi mengalami penurunan jumlah penumpang dibandingkan Agustus 2026. Hanya angkutan kereta api yang mencatat pertumbuhan, yakni sebesar 0,47 persen.

Namun, jika dibandingkan dengan September 2025, mayoritas moda transportasi justru menunjukkan peningkatan jumlah penumpang.

“Pada kondisi September tahun 2026, secara bulanan terjadi penurunan jumlah penumpang pada seluruh moda transportasi, kecuali pada moda angkutan kereta yang naik sebesar 0,47 persen. Secara tahunan, sebagian besar moda transportasi mengalami peningkatan,” jelas Ateng dalam konferensi pers Rilis Berita Resmi Statistik BPS di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Berdasarkan data BPS, jumlah penumpang kereta api selama September 2026 mencapai 48,55 juta orang. Angka ini meningkat 7,83 persen dibandingkan September tahun lalu.

Pertumbuhan juga dicatatkan angkutan ASDP dengan jumlah penumpang sebanyak 4,23 juta orang atau naik 7,54 persen secara tahunan. Sementara itu, angkutan laut domestik melayani 2,45 juta penumpang, meningkat 2,61 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Berbeda dengan ketiga moda tersebut, transportasi udara mengalami kontraksi. Jumlah penumpang penerbangan domestik tercatat sebanyak 4,22 juta orang, turun 12,39 persen secara tahunan. Adapun penumpang penerbangan internasional mencapai 1,74 juta orang atau mengalami penurunan 2,92 persen.

Jika ditinjau dari akumulasi Januari hingga September 2026, pertumbuhan jumlah penumpang masih didominasi transportasi kereta api, ASDP, dan laut domestik. Kereta api mencatat kenaikan 7,64 persen, ASDP tumbuh 8,48 persen, sedangkan angkutan laut domestik meningkat 3,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebaliknya, jumlah penumpang pesawat domestik selama sembilan bulan pertama 2026 mengalami penurunan 4,49 persen. Angkutan udara internasional juga terkoreksi sebesar 1 persen secara kumulatif.

Selain memantau mobilitas penumpang, BPS turut mencatat perkembangan pengangkutan barang melalui berbagai moda transportasi. Angkutan laut domestik menunjukkan kinerja positif dengan volume barang yang diangkut mencapai 48,19 juta ton pada September 2026.

Jumlah tersebut meningkat 1,10 persen dibandingkan Agustus 2026 dan tumbuh 10,81 persen dibandingkan September 2025.

“Di sisi lain, untuk angkutan laut domestik mengalami peningkatan yaitu sebesar 1,10 persen secara bulanan dan juga 10,81 persen secara tahunan,” ujar Ateng.

Sementara itu, pengangkutan barang menggunakan kereta api justru mengalami penurunan. Volume barang yang diangkut pada September 2026 tercatat sebesar 5,97 juta ton, terkoreksi 4,65 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 4,61 persen secara tahunan.

Penurunan juga terjadi pada transportasi udara domestik. Volume barang yang diangkut melalui jalur udara mencapai 47,4 ribu ton, berkurang 4,05 persen dibandingkan Agustus 2026. Jika dibandingkan dengan September 2025, angkutan barang udara domestik mengalami kontraksi sebesar 7,78 persen.

Secara kumulatif selama Januari–September 2026, angkutan barang melalui laut domestik masih mencatat pertumbuhan sebesar 6,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebaliknya, volume barang yang diangkut melalui kereta api turun 5,67 persen, sedangkan angkutan udara domestik mengalami penurunan lebih besar, yakni 12,08 persen.

Data tersebut memperlihatkan bahwa perkembangan sektor transportasi sepanjang 2026 berlangsung tidak merata pada setiap moda. Dari sisi mobilitas penumpang, kereta api dan ASDP mencatat pertumbuhan tahunan yang cukup kuat. Sementara dari sisi distribusi logistik, angkutan laut domestik menjadi moda yang menunjukkan peningkatan volume pengangkutan barang pada September 2026.