50 Pegiat Ekraf Yogyakarta Dibekali Strategi Pengembangan Usaha dan Investasi

0
43

(Vibizmedia – DI Yogyakarta) Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus memperluas akses pendanaan bagi pelaku usaha kreatif melalui program Creative Economy Ready for Financing (CreaFIN). Program yang melibatkan 50 pegiat ekonomi kreatif tersebut diselenggarakan di Gedung Science Theater, Taman Pintar, Kota Yogyakarta, Jumat (30/10).

Inisiatif yang digagas Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif melalui Direktorat Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi ini bertujuan meningkatkan kesiapan pelaku usaha dalam memperoleh pembiayaan. Selain memperkuat kapasitas bisnis dan daya saing, program ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan usaha serta membuka lebih banyak kesempatan kerja di sektor ekonomi kreatif daerah.

Melalui CreaFIN, peserta mendapatkan pembekalan terkait pengembangan model bisnis, penyusunan strategi investasi, pengelolaan keuangan yang akuntabel, hingga peningkatan literasi pendanaan. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga perbankan untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, dalam sambutannya melalui rekaman video menyampaikan bahwa Yogyakarta memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif berkat kekayaan budaya, talenta, serta jaringan komunitas kreatif yang dimilikinya.

Menurutnya, potensi tersebut perlu didukung dengan fasilitas inkubasi bisnis yang memadai agar pelaku ekonomi kreatif mampu meningkatkan skala usaha dan memperluas jangkauan pasarnya.

“Upaya ini perlu diperkuat melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan agar pelaku ekonomi kreatif semakin siap mengakses pembiayaan dan mengembangkan usahanya,” ujar Teuku Riefky.

Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Kementerian Ekraf, Anggara Hayun Anujuprana, menambahkan bahwa kesiapan dan kelayakan usaha menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan investor maupun lembaga perbankan.

“Melalui CreaFIN, kami ingin memastikan pegiat ekonomi kreatif tidak hanya mengetahui sumber pembiayaan, tetapi juga memiliki kesiapan usaha, model bisnis yang terukur, serta pengelolaan keuangan yang baik,” jelas Hayun.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Eling Priswanto. Ia menilai kerja sama antara pemerintah dan sektor keuangan melalui CreaFIN dapat memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku usaha kreatif di wilayah DIY.

“Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan melalui CreaFIN menjadi langkah penting untuk membuka akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, serta mendorong ekonomi kreatif daerah semakin berkembang,” ungkap Eling.

Rangkaian kegiatan CreaFIN Yogyakarta dibagi dalam dua sesi diskusi interaktif. Pada sesi pertama, Anggara Hayun Anujuprana menyampaikan materi mengenai fasilitasi akses pendanaan dan pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif. Sesi ini juga menghadirkan Founder & CEO Nanababycarrier, Henti Nikimawati, yang berbagi pengalaman dalam mengembangkan bisnis kreatif.

Selanjutnya, sesi kedua membahas berbagai pilihan pembiayaan dan dukungan perbankan melalui pemaparan Assistant Vice President Micro Banking Region VII/Jawa 2 Bank Mandiri, Cahyo Pujiutomo. Peserta juga memperoleh materi mengenai pengelolaan keuangan usaha yang disampaikan Ahli Pengelolaan Keuangan Usaha dari Lembaga Inkubasi Bisnis, Eko Priyo Jadmiko.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, serta Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Cesaria Yulianti.

Pelaksanaan CreaFIN merupakan bagian dari kemitraan strategis antara Kementerian Ekraf, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Micro Banking Region VII/Jawa 2, Pemerintah Daerah DIY, dan Pemerintah Kota Yogyakarta.

Melalui kolaborasi tersebut, Kementerian Ekraf berupaya mendorong pelaku ekonomi kreatif agar semakin profesional dalam mengelola bisnis, memiliki kemandirian finansial, serta mampu mengembangkan usaha kreatif yang berdaya saing dan berkelanjutan.