(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Pariwisata menggandeng Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 dan sejumlah mitra untuk menyelenggarakan Southeast Asian Fashion Parade di City Hall, Pondok Indah Mall 3 (PIM 3), Jakarta, Minggu (1/11/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif SEAWAVES yang bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya dan kreativitas fesyen Asia Tenggara sekaligus mendorong terbentuknya kerja sama kreatif antarnegara di kawasan.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, penyelenggaraan peragaan busana tersebut menjadi wujud komitmen negara-negara ASEAN dalam memperkuat kerja sama kebudayaan dan hubungan antarbangsa. Komitmen ini sejalan dengan Declaration on Cultural Heritage yang diadopsi ASEAN di Bangkok pada 25 Juli 2000, yang mengakui fesyen sebagai salah satu bagian dari warisan budaya populer kawasan.
Menurut Widiyanti, pengakuan tersebut menunjukkan bahwa fesyen tidak hanya memiliki nilai ekonomi sebagai industri, tetapi juga menjadi media untuk mengekspresikan identitas budaya dan mempererat hubungan masyarakat di kawasan Asia Tenggara.
Ia menambahkan, diplomasi melalui fesyen dapat menjadi sarana untuk merayakan keberagaman, meningkatkan pemahaman lintas budaya, serta membangun persahabatan yang lebih erat di antara negara-negara ASEAN.
Southeast Asian Fashion Parade mengangkat semangat modernitas, keberagaman, dan keunikan karakter fesyen Asia Tenggara. Ajang ini menampilkan koleksi busana siap pakai (ready-to-wear) kontemporer yang mencerminkan identitas, kreativitas, dan perspektif khas desainer dari enam negara.
Enam desainer yang terlibat dalam peragaan tersebut yakni Rizman Ruzaini dari Malaysia, GINLEE dari Singapura, Renz Reyes dari Filipina, Natacha Van dari Kamboja, THAT dari Vietnam, serta TANDT dari Thailand. Mereka menampilkan karya dalam dua sesi peragaan, yakni pukul 13.00 WIB dan 20.00 WIB.
Kolaborasi ini menjadi salah satu implementasi SEAWAVES Initiative, sebuah upaya untuk mempertemukan kekayaan warisan budaya dengan perkembangan kreativitas fesyen modern di kawasan.
Sebelumnya, pada 26 Oktober 2026, Kementerian Pariwisata bersama Jakarta Fashion Week dan mitra terkait juga meluncurkan pameran Waves of Weave di Museum Nasional Indonesia. Pameran tersebut menampilkan beragam tekstil tradisional dan kebaya dari negara-negara Asia Tenggara yang dapat dikunjungi masyarakat hingga 8 Januari 2027.
Widiyanti menilai Jakarta memiliki posisi strategis untuk dikembangkan sebagai pusat pertemuan dan kolaborasi industri kreatif Asia Tenggara. Keberadaan Sekretariat ASEAN di ibu kota Indonesia menjadikan Jakarta bukan hanya pusat diplomasi regional, tetapi juga berpotensi menjadi wadah bagi desainer, pelaku bisnis, dan komunitas fesyen untuk bertukar ide serta menjajaki peluang kemitraan.
Dalam hal ini, Jakarta Fashion Week dinilai memiliki peran penting sebagai platform yang mempertemukan desainer profesional, talenta muda, dan berbagai pelaku industri fesyen. Melalui ajang tersebut, mereka dapat memperluas jaringan sekaligus membangun kemitraan di tingkat internasional.
Southeast Asian Fashion Parade sekaligus menjadi bagian dari penutupan rangkaian Jakarta Fashion Week 2027 yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 1 November 2026 dengan mengusung tema City of New Lights.
Widiyanti berharap kegiatan kolaboratif tersebut dapat memperkuat persahabatan antarnegara sekaligus membuka peluang kerja sama yang memberikan dampak positif bagi perkembangan industri kreatif dan sektor pariwisata di Asia Tenggara.
Ia juga berharap fesyen kawasan dapat terus menjadi penghubung antarbudaya dan semakin dikenal serta mendapat tempat di panggung mode internasional.










