Kolaborasi Indonesia – Fiji Percepat Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

0
419
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Maarves) RI, Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan Presiden Fiji Ratu Williame Maivalili Katonivere saling sepakat untuk membentuk Task Force RI - Fiji. Pertemuan Berlangsung di sela-sela pertemuan World Water Forum, Uluwatu BNDCC, Nusa Dua, Selasa (21/5/2024). (Foto: Kemenko Marves RI)

(Vibizmedia – Jakarta)  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI, Luhut Binsar Pandjaitan, yakin bahwa kolaborasi antara Indonesia dan Fiji di AIS Forum (Negara-Negara Pulau dan Kepulauan atau Archipelagic and Island States) akan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya melalui program beasiswa dan pelatihan.

Saat Bilateral Meeting dengan Presiden Fiji Ratu Williame Maivalili Katonivere di sela-sela pertemuan World Water Forum ke-10, Uluwatu BNDCC, Nusa Dua, Selasa (21/5/2024), Menko Luhut menyatakan, Indonesia siap memberikan dukungan, termasuk keahlian, teknologi, dan mekanisme innovative financing atau blended finance alliance untuk mendukung inisiatif konservasi terumbu karang yang dicanangkan Presiden Katonivere di Fiji.

Menko Luhut mengusulkan kerja sama antara Indonesia dan Fiji dalam pengembangan sektor rumput laut. Indonesia sedang melakukan hilirisasi rumput laut dan telah meresmikan proyek percontohan budidaya rumput laut skala besar di Lombok Timur.

Selain rumput laut, kedua negara juga sepakat bekerja sama dalam restorasi mangrove yang akan berkontribusi pada penangkapan dan penyimpanan karbon dioksida.

Dalam kesempatan ini, Presiden Fiji Ratu Williame Maivalili Katonivere memperkenalkan negaranya sebagai zona perdamaian di Pasifik. Ia menjelaskan, Fiji adalah zona aman di kawasan ini dan akan meningkatkan kehadiran Indonesia di Pasifik.

Selanjutnya, kolaborasi antara kedua negara ini akan berkembang di sektor digitalisasi, rumput laut, pariwisata mewah, dan perikanan yang akan diimplementasikan dengan berbagi pengetahuan antar kedua negara.

Menko Marves Luhut B. Pandjaitan menambahkan bahwa blended finance yang dilakukan oleh Indonesia dan Fiji merupakan langkah yang baik. Kerja sama dalam blended finance antara Indonesia dan Fiji merupakan langkah yang tepat bagi kedua negara.

Menko Luhut menyatakan kepercayaannya bahwa dengan memperkuat kemitraan ini, tidak hanya akan mencapai ketahanan finansial tetapi juga mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Global Blended Finance Alliance (GBFA) diharapkan dapat menjadi platform berbagi pengetahuan mengenai implementasi dan inovasi kebijakan blended finance di negara-negara berkembang termasuk Fiji. Melalui GBFA, Indonesia berupaya mendukung SDGs dan mendukung Fiji dalam inisiatif ini.

Menko Luhut menjelaskan, SDGs tidak dapat dicapai oleh satu negara saja. Hal ini membutuhkan kerja sama global dan tanggung jawab bersama. Ia percaya bahwa melalui GBFA, Indonesia dapat mendukung Undang-Undang Perubahan Iklim yang merupakan komitmen Fiji untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2050. Hal itu juga berkaitan dengan pengelolaan laut dan iklim yang berkelanjutan melalui nature-based solutions.

Sebagai penutup, kedua negara menyepakati pembentukan RI-Fiji Task Force untuk mengimplementasikan area prioritas kerja sama dan menetapkan jadwal pelaksanaannya.a