Menko Perekonomian Yakin Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Tercapai

0
513

(Vibizmedia – Jakarta) Target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen dalam lima tahun ke depan mendorong Pemerintah untuk mengambil langkah-langkah serius guna mencapainya. Selain itu, investasi juga ditargetkan mencapai Rp1.900 triliun pada 2025. Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemerintah fokus pada penguatan kerja sama internasional, peningkatan investasi berorientasi ekspor, akselerasi ekonomi digital, transisi energi baru terbarukan, dan hilirisasi.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional Investasi 2024 di Jakarta pada Rabu (11/12/2024), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa kebijakan utama yang diambil melibatkan konsumsi, investasi, dan ekspor. Ia menyoroti bahwa selain sektor tradisional seperti CPO, tekstil, dan migas, Pemerintah kini menambahkan sektor hilirisasi, ekonomi digital, dan semikonduktor sebagai fokus pengembangan.

Menko Airlangga juga menegaskan pentingnya menghindari ketergantungan ekonomi pada komoditas mentah untuk mencegah dampak negatif seperti fenomena Dutch Disease, yang dapat mengganggu kesejahteraan masyarakat ketika harga komoditas anjlok. Sebagai langkah konkret, ia menekankan perlunya pendalaman struktur industri manufaktur, mengingat sektor ini menyumbang hampir 20 persen terhadap GDP Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk terus mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), meskipun beberapa kawasan masih membutuhkan perhatian khusus. Sebagai contoh keberhasilan, KEK Gresik telah berjalan baik dengan produksi emas mencapai 60 ton per tahun, yang mendukung rencana Pemerintah untuk membentuk bullion bank. Selain itu, Pemerintah juga mendorong pemanfaatan komoditas berbasis pasir silika, salah satu yang terbaik di dunia, serta membangun ekosistem semikonduktor yang melibatkan persiapan sumber daya manusia unggul.

Pada bidang energi baru terbarukan, Pemerintah berkomitmen untuk mengakselerasi transisi menuju green energy, seperti yang disampaikan dalam forum G20 dan APEC. Selain program geothermal, Pemerintah juga mulai mengembangkan energi berbasis nuklir yang dianggap sebagai sumber energi bersih dengan biaya yang bersaing.

Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus meningkatkan produktivitas investasi. Menko Airlangga menyebutkan bahwa target pertumbuhan 8 persen dapat dicapai jika ICOR (Incremental Capital Output Ratio) ditekan dari 6 menjadi 4, sebagaimana terjadi sebelum krisis keuangan, dengan investasi yang mencapai 32 persen dari GDP.