(Vibizmedia – Belitung) Konektivitas internasional menjadi kunci penting dalam mengembangkan destinasi pariwisata yang kompetitif. Akses penerbangan langsung tidak hanya mempermudah mobilitas wisatawan, tetapi juga mendorong masuknya devisa serta menggerakkan ekonomi daerah. Dalam konteks ini, kembali beroperasinya penerbangan internasional ke Pulau Belitung pada Minggu (3/05) menandai momentum baru, khususnya bagi pengembangan KEK Tanjung Kelayang sebagai destinasi unggulan. Langkah ini juga sejalan dengan arahan Airlangga Hartarto untuk memperkuat sektor pariwisata melalui peningkatan konektivitas global.
Penerbangan langsung rute Bandara Changi–Belitung kini kembali dilayani secara reguler oleh Scoot dengan frekuensi dua kali seminggu. Antusiasme wisatawan mancanegara, khususnya dari Asia Tenggara, terlihat cukup tinggi. Pada penerbangan perdana, pesawat berkapasitas 112 kursi mencatat tingkat keterisian di atas 70 persen.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menilai pembukaan kembali akses internasional ini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Menurutnya, efek berganda dari kunjungan wisatawan asing berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi Belitung secara pesat, terutama melalui peningkatan devisa.
Lebih jauh, aktivitas wisatawan tidak hanya berdampak pada sektor perhotelan dan transportasi, tetapi juga menggerakkan usaha mikro dan ekonomi masyarakat lokal. Perputaran ekonomi dari sektor pariwisata cenderung lebih cepat dirasakan karena memiliki rantai distribusi yang relatif pendek.
Penguatan konektivitas ini juga mengikuti praktik global. Destinasi seperti Bali, Langkawi, dan Koh Samui menunjukkan bahwa akses penerbangan internasional yang baik mampu menarik wisatawan berkualitas sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kawasan. Semakin tinggi kunjungan wisatawan, semakin besar pula perputaran devisa yang berdampak hingga ke pelaku usaha lokal.
Di tengah dinamika global, strategi pengembangan pariwisata berbasis konektivitas juga telah diadopsi oleh berbagai negara seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab yang menjadikan pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui investasi besar pada infrastruktur dan aksesibilitas. Dalam konteks Indonesia, KEK Tanjung Kelayang diharapkan menjadi hub pengembangan pariwisata internasional di luar destinasi yang sudah mapan.
Data menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Belitung meningkat dari sekitar 7.000 kunjungan pada 2023 menjadi 10.000 kunjungan pada 2024. Dengan dibukanya kembali penerbangan internasional langsung, jumlah ini diproyeksikan terus bertambah, sekaligus memperkuat branding Belitung sebagai destinasi prioritas yang berkualitas.
Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata, Herfan Brilianto, menambahkan bahwa posisi strategis Belitung—yang hanya berjarak sekitar satu jam penerbangan dari Jakarta, Singapura, dan Kuala Lumpur—menjadi keunggulan tersendiri. Status bandara internasional diharapkan mampu menjadi pengungkit kebangkitan sektor pariwisata, didukung oleh pengembangan KEK Tanjung Kelayang.
Ke depan, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha akan terus diperkuat untuk memastikan keberlanjutan rute penerbangan serta peningkatan kualitas layanan destinasi. Pemerintah juga mendorong optimalisasi KEK sebagai motor pertumbuhan melalui peningkatan investasi, promosi, dan pengembangan ekosistem pariwisata yang terintegrasi.
“Ini bukan sekadar pembukaan rute penerbangan, tetapi bagian dari strategi besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas penerimaan devisa,” tegas Haryo.









