(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Rabu siang ini (6/5), terpantau menguat 45,616 poin (0,65%) ke level 7.102,722 setelah dibuka naik ke level 7.086.856.
IHSG bergerak positif di hari ketiganya melanjutkan rebound sebelumnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias menguat dengan Kospi kembali mencetak rekor barunya, di tengah turunnya harga minyak mentah dunia oleh agak meredanya tensi konflik Timur Tengah, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan membukukan rekor.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat 0,14% atau 25 poin ke level Rp 17.395, dengan dollar AS di pasar uang Asia beranjak turun setelah mendatar di sesi global sebelumnya; terkoreksi dari rally di tengah turunnya harga minyak dunia setelah AS mengindikasikan semakin dekatnya deal pembicaraan dengan Iran.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.420, serta terpantau rebound namun masih dekat level rekor terlemahnya kemarin.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 29,234 poin (0,41%) ke level 7.086.856. Sedangkan indeks LQ45 naik 3,480 poin (0,51%) ke level 685,060. Siang ini IHSG menguat 45,616 poin (0,65%) ke level 7.102,722. Sementara LQ45 terlihat naik 0,28% atau 1,910 poin ke level 683,490.
Tercatat saat ini sebanyak 377 saham naik, 240 saham turun dan 194 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau menguat, di antaranya Kospi yang melaju 5,63%, dan Hang Seng yang naik 0,79%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini positif melanjutkan rebound di hari ketiganya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya menguat dengan Kospi mencetak rekor barunya, di tengah turunnya harga minyak mentah dunia oleh agak meredanya tensi Timur Tengah, serta mencermati Wall Street yang berakhir membukukan rekor.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan bertahan di zona positif, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.230 dan 7.578. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,838 dan bila tembus ke level 6,745.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group









