(Vibizmedia – Jakarta) Purbaya Yudhi Sadewa menepis berbagai prediksi pesimistis terkait ketahanan ekonomi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Purbaya juga menanggapi narasi di media sosial, termasuk di platform TikTok, yang menyebut Indonesia berpotensi kembali mengalami krisis seperti 1998. Ia menilai anggapan tersebut tidak berdasar dan tidak merujuk pada data ekonomi yang valid.
Menurutnya, capaian pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa perekonomian nasional masih berada dalam fase ekspansi dan bahkan mengarah ke pertumbuhan 6 persen. Meski terdapat kenaikan harga, kondisi tersebut dinilai belum mengganggu daya beli masyarakat maupun memicu inflasi tinggi.
Ia menegaskan bahwa berbagai prediksi yang menyebut Indonesia menuju resesi tidak terbukti. Pemerintah, kata dia, terus memantau kondisi ekonomi secara cermat dan merespons setiap potensi pelemahan dengan langkah cepat dan terukur.
Purbaya juga membandingkan kondisi saat ini dengan krisis 1997–1998, yang ditandai dengan resesi berkepanjangan hingga berdampak pada stabilitas pemerintahan. Ia menegaskan bahwa situasi saat ini jauh berbeda karena ekonomi Indonesia masih tumbuh dan terus menunjukkan akselerasi.
Meski mengakui adanya tantangan global, Purbaya memastikan kondisi ekonomi nasional tetap stabil dan terkendali. Pemerintah juga akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan kebijakan secara berkelanjutan.
Ke depan, ia optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi meningkat lebih cepat. Pemerintah pun siap melakukan investasi guna menjaga momentum pertumbuhan tersebut.
Menurutnya, langkah proaktif pemerintah menjadi kunci untuk memastikan ekonomi tetap bergerak positif, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap berbagai spekulasi yang beredar.









