Dari Kampus ke Lapangan, 1.458 Tim Siap Bangun Kawasan Transmigrasi

0
213
Foto: Kementras

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Transmigrasi menyiapkan 1.458 Tim Ekspedisi Patriot untuk diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi di berbagai wilayah Indonesia pada 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi sekaligus meningkatkan kehadiran negara di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menjangkau seluruh pelosok negeri, termasuk wilayah yang masih menghadapi kesenjangan.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar di berbagai daerah, namun masih dihadapkan pada persoalan kemiskinan. Karena itu, dibutuhkan kehadiran nyata, bukan sekadar wacana.

Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) dirancang untuk mendukung transformasi transmigrasi melalui kegiatan riset, kajian, serta pendampingan langsung kepada masyarakat. Para peserta, yang merupakan lulusan D4 dan S1, akan terlibat dalam berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi lokal dan pembangunan infrastruktur dasar.

Masa pengabdian dibagi menjadi dua skema, yakni empat bulan untuk wilayah non-Papua dan satu tahun untuk penugasan di Papua.

Menteri Iftitah menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk pengabdian nyata untuk menghadirkan harapan baru, membuka peluang kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi.

Program ini juga melibatkan kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, IPB University, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, serta Universitas Hasanuddin.

Meski demikian, program ini terbuka bagi lulusan dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta.

Seluruh peserta akan melalui proses seleksi yang hasilnya diumumkan pada Juni 2026, dilanjutkan dengan pembekalan pada Juli sebelum diberangkatkan ke lokasi penugasan.

Menteri Iftitah menekankan bahwa program ini bukan sekadar soal kemampuan, tetapi tentang komitmen untuk hadir, bekerja, dan membangun bersama masyarakat.

Melalui program Tim Ekspedisi Patriot, pemerintah berharap dapat melahirkan generasi muda pelopor pembangunan yang mampu memberikan dampak nyata sekaligus memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi secara berkelanjutan.