
(Vibizmedia – Vietnam) Indonesia, melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar), aktif berpartisipasi dalam dua acara bergengsi yang diselenggarakan oleh organisasi pariwisata dunia (UN Tourism). Acara tersebut adalah “The 2nd Annual Meeting of Best Tourism Villages (BTV)” dan “The 1st UN Tourism Conference on Tourism for Rural Development,” yang berlangsung di Vinepearl Resort and Golf, Nam Hoi An, Vietnam, pada 9-11 Desember 2024.
Dalam kegiatan ini, Indonesia diwakili oleh delegasi Kemenpar dan perwakilan desa wisata yang telah menerima penghargaan Best Tourism Villages, seperti Desa Wisata Jatiluwih dan Desa Wisata Penglipuran dari Bali serta Desa Wisata Wukirsari dari Yogyakarta. Selain itu, beberapa desa wisata lain yang belum mendapatkan penghargaan, seperti Desa Wisata Taro, Desa Wisata Bilibante, dan Desa Wisata Pela, turut diundang untuk mengikuti program pengembangan desa wisata oleh UN Tourism.
UN Tourism menjelaskan bahwa sejak pertama kali diselenggarakan pada 2021, Best Tourism Villages Network telah mencakup 254 desa dari 59 negara. Melalui program ini, UN Tourism membantu desa-desa wisata dalam mengembangkan potensi mereka, terutama di bidang pariwisata berkelanjutan dan pemberdayaan komunitas lokal.
Sementara itu, konferensi “The 1st UN Tourism Conference on Tourism for Rural Development” dihadiri oleh 300 delegasi dari berbagai negara. Dalam acara ini, Indonesia turut berperan aktif dengan menghadirkan pembicara dari pemerintah, komunitas, dan sektor swasta. Perwakilan pemerintah diwakili oleh Ali Nurman dari Kemenpar, komunitas oleh I Wayan Budiarta dari Desa Wisata Penglipuran, dan sektor swasta oleh Widya Listyowulan dari Traveloka.
Konferensi ini membahas tantangan dan strategi pengembangan pariwisata di pedesaan, seperti infrastruktur, pemberdayaan ekonomi lokal, digitalisasi, dan keterkaitan antara agrikultur serta pariwisata. Selain diskusi, kegiatan ini juga diisi dengan kunjungan ke berbagai destinasi wisata di Vietnam, seperti Desa Wisata Tra Que Vegetable Village dan Hoi An Ancient Town.
Pemerintah Vietnam mendukung penuh pelaksanaan acara ini, yang bertujuan mempercepat pembangunan pariwisata pedesaan yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat global.








