Pemerintah Percepat Bantuan Pangan untuk Sumatra, Anggaran Tersalur Rp1,249 Triliun

0
374
Foto: Kementan

(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) bergerak cepat memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Langkah darurat ini dilakukan dengan memperkuat distribusi bantuan pangan dan membuka galangan donasi secara luas.

Saat ini, pemerintah menyiapkan tiga kategori bantuan, baik yang bersumber dari APBN maupun donasi sukarela dari berbagai pihak.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa percepatan penanganan merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut program reguler yang sudah berjalan sebelum bencana diperkuat, sekaligus ditambah bantuan khusus sesuai permintaan pemerintah daerah.

“Kami mengalokasikan bantuan ke Aceh, Sumut, dan Sumbar. Ada bantuan reguler yang memang rutin setiap tahun, dan bantuan nonreguler sebagai tambahan atas permintaan bupati dan gubernur,” ujar Amran dalam acara pelepasan bantuan Kementan/Bapanas Peduli di Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Amran menjelaskan bahwa bantuan reguler dari pemerintah mencapai Rp918 miliar berupa beras dan minyak goreng. Sementara bantuan nonreguler melalui mekanisme bencana senilai Rp330 miliar. “Totalnya Rp1,249 triliun. Itu khusus dari pemerintah. Terakhir, Gubernur Aceh meminta tambahan 10 ribu ton beras, dan kami langsung kirim,” kata Amran dalam keterangannya pada Jumat (12/12/2025).

Sejak Oktober, program reguler telah menyalurkan 34,3 ribu ton beras dan 6,86 juta liter minyak goreng melalui Perum Bulog kepada 1.715.126 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di tiga provinsi. Rinciannya: Aceh mendapat 10.613,6 ton beras dan 2,122 juta liter minyak goreng; Sumatra Utara menerima 16.893,9 ton beras dan 3,378 juta liter minyak goreng; sementara Sumatra Barat memperoleh 6.794,9 ton beras dan 1,358 juta liter minyak goreng.

Untuk penanganan bencana, pemerintah juga mengandalkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Hingga 10 Desember, alokasi CBP untuk Aceh mencapai 16,29 ribu ton bagi 1,9 juta jiwa; Sumut 6,53 ribu ton bagi 1,8 juta jiwa; dan Sumbar 795,7 ton bagi 237 ribu jiwa.

Selain dukungan APBN, Kementan dan Bapanas membuka donasi dari pegawai serta mitra dengan total terkumpul Rp75 miliar. “Semua bantuan dari pegawai dan mitra berupa barang. Hari ini diberangkatkan Rp10 miliar, minggu lalu Rp34 miliar. Total Rp44 miliar sudah dikirim menggunakan 153 truk,” jelas Amran.

Tahap kedua pengiriman akan dilakukan melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Paket bantuan mencakup pangan seperti sosis, mie instan, biskuit, snack, sarden, gula, air mineral, beras, serta kebutuhan penting lainnya seperti pakaian, selimut, handuk, kasur lipat, dan terpal.

Amran memastikan ketersediaan pangan nasional aman. “Sesuai perintah Presiden, kami siapkan cadangan tiga kali lipat dari kebutuhan. Tidak boleh ada saudara kita yang kelaparan,” tegasnya.

Dengan penguatan stok pangan nasional dan kerja sama lintas sektor, pemerintah berharap penanganan bencana berlangsung cepat, tepat sasaran, dan mampu mempercepat pemulihan masyarakat di wilayah terdampak.