Brantas Abipraya Selesaikan Huntara di Pidie Jaya, Warga Segera Menempati

0
131
Rampungnya Huntara Karya Abipraya menghadirkan hunian sementara yang layak bagi warga Pidie Jaya.

(Vibizmedia – Pidie Jaya, Aceh) PT Brantas Abipraya (Persero) telah menuntaskan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Seluruh unit hunian kini telah dinyatakan siap huni dan segera dimanfaatkan warga dalam masa pemulihan pascabencana.

Direktur Operasi I Brantas Abipraya, Muhammad Toha Fauzi, menyampaikan bahwa penyelesaian Huntara tersebut mencerminkan kehadiran aktif BUMN dalam membantu masyarakat di tengah situasi darurat. Menurutnya, hunian yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal sementara, tetapi juga sebagai ruang yang aman dan nyaman bagi warga untuk kembali menata kehidupan.

Sebanyak 162 unit Huntara disiapkan untuk menyediakan tempat tinggal yang layak dan bermartabat bagi warga terdampak. Hunian ini dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang memadai guna menunjang kebutuhan dasar serta aktivitas sehari-hari masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.

Selain hunian, kawasan Huntara di Pidie Jaya juga dilengkapi dengan taman bermain dan lapangan terbuka yang ramah anak. Fasilitas tersebut dihadirkan sebagai ruang aman bagi anak-anak untuk beraktivitas, berinteraksi, sekaligus menumbuhkan kembali rasa aman dan keceriaan pascabencana.

Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menyambut positif selesainya pembangunan Huntara ini dan mengapresiasi kontribusi Brantas Abipraya bersama seluruh pihak yang terlibat. Kehadiran Huntara diharapkan dapat menjadi solusi hunian sementara yang layak sembari menunggu pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak.

Pembangunan Huntara ini merupakan wujud komitmen Brantas Abipraya dalam mendukung percepatan pemulihan wilayah pascabencana, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh tempat tinggal sementara yang aman dan manusiawi. Proyek ini dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Danantara Indonesia, BP BUMN, serta BUMN Karya, sehingga pembangunan dapat berjalan secara terukur, cepat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Sebagai informasi tambahan, Brantas Abipraya tidak hanya terlibat dalam pemulihan pascabencana di Aceh, tetapi juga mendukung percepatan pemulihan infrastruktur di Sumatera Barat bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Sinergi tersebut mencakup berbagai langkah tanggap darurat hingga rehabilitasi infrastruktur terdampak.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa durasi pemulihan dipengaruhi oleh beragam jenis pekerjaan infrastruktur yang terdampak, mulai dari jalan dan jembatan hingga sumber daya air. Beberapa proyek fisik membutuhkan waktu lebih panjang karena kompleksitas pengerjaan yang tidak dapat diselesaikan secara cepat. Pemerintah pun menargetkan percepatan pemulihan infrastruktur melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah terdampak dapat segera pulih secara berkelanjutan.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, saat meninjau langsung progres pembangunan Huntara bagi korban banjir Aceh pada 31 Desember, menegaskan bahwa kolaborasi lintas pihak ini merupakan wujud komitmen nyata untuk segera menyediakan hunian yang aman dan layak bagi para pengungsi.

Ke depan, Brantas Abipraya menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam penanganan dan pemulihan pascabencana di berbagai wilayah Indonesia, tutup Muhammad Toha Fauzi.