Kemenperin Dorong Industri Semikonduktor untuk Perkuat Daya Saing Global

0
55
Foto: Kemenperin

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat pengembangan industri semikonduktor nasional sebagai bagian dari strategi penguatan struktur industri dan peningkatan daya saing global. Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dengan Country Director Asian Development Bank (ADB) untuk Indonesia, Bobur Alimov, di Jakarta, Selasa (27/1).

Menperin menegaskan bahwa semikonduktor merupakan fondasi penting dalam transformasi industri nasional, khususnya untuk mendukung sektor elektronika, otomotif, energi, serta digitalisasi industri. Indonesia dinilai memiliki potensi pasar domestik yang besar untuk produk berbasis semikonduktor, mulai dari perangkat elektronik hingga kendaraan bermotor dan kendaraan listrik.

“Pengembangan ekosistem semikonduktor nasional menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat daya saing industri dalam negeri,” ujar Agus Gumiwang.

Kebutuhan semikonduktor nasional diproyeksikan terus meningkat seiring pertumbuhan industri manufaktur dan adopsi teknologi baru. Produksi kendaraan bermotor yang telah melampaui satu juta unit per tahun, serta target pengembangan kendaraan listrik hingga ratusan ribu unit pada 2030, membutuhkan pasokan komponen semikonduktor yang berkelanjutan. Di sisi lain, permintaan perangkat elektronik seperti ponsel dan laptop masih didominasi produk impor.

Saat ini, Indonesia telah memiliki industri perakitan dan pengujian semikonduktor di Batam serta perusahaan desain integrated circuit (IC). Namun, ekosistem semikonduktor nasional dinilai masih perlu diperkuat secara menyeluruh, terutama dari aspek pengembangan sumber daya manusia, riset dan inovasi, serta integrasi ke dalam rantai pasok global.

Sebagai langkah konkret, Kemenperin menginisiasi program pengembangan ekosistem semikonduktor nasional dengan fokus pada penguatan desain chip yang sesuai kebutuhan industri dan berorientasi pasar global. Program tersebut telah masuk dalam rencana pinjaman luar negeri jangka menengah (Blue Book) 2025–2029 dengan nilai pembiayaan sebesar USD 16,185 juta.

“Fokus kami adalah membangun kapabilitas SDM nasional di bidang desain chip, menyediakan infrastruktur bersama untuk riset dan prototipe, serta memperkuat kolaborasi antara industri, perguruan tinggi, dan mitra global,” jelas Menperin.

Dalam kesempatan yang sama, ADB menyatakan komitmennya untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam pengembangan ekosistem semikonduktor nasional, termasuk melalui pendampingan penyusunan readiness criteria, feasibility study, hingga memastikan kesiapan proyek agar memenuhi kriteria Green Book sebelum masuk tahap pembiayaan.

Menperin mengapresiasi dukungan ADB tersebut dan menilai kerja sama ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional, khususnya dalam penguatan human capital, penguasaan teknologi, serta peningkatan nilai tambah industri dalam negeri.

“Kami berharap kolaborasi dengan ADB dapat mempercepat terwujudnya ekosistem semikonduktor nasional yang kuat, berdaya saing, dan terintegrasi dengan rantai nilai global, sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor industri berteknologi tinggi,” pungkasnya.