(Vibizmedia – Jawa Tengah) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemulihan konektivitas wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Upaya tersebut dilakukan melalui pembukaan akses jalan serta pemasangan jembatan darurat untuk mendukung mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi logistik.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa Kementerian PU memberikan dukungan penuh dalam penanganan bencana di berbagai daerah, termasuk Pemalang dan Purbalingga, dengan mengedepankan koordinasi lintas sektor.
“Kami bergerak cepat membuka kembali akses yang terputus akibat bencana. Alat berat dan jembatan darurat kami kerahkan, termasuk penyiapan Jembatan Bailey bila diperlukan. Seluruh langkah ini dilakukan melalui koordinasi intensif dengan BPBD, pemerintah daerah, Basarnas, serta instansi terkait di lapangan,” ujar Menteri Dody.
Di Kabupaten Pemalang, banjir bandang yang melanda Kecamatan Pulosari menyebabkan kerusakan jembatan dan akses jalan, terutama di Desa Penakir. Sejak 27 Januari 2026, Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta telah turun ke lokasi dengan memobilisasi alat berat dan Jembatan Bailey untuk membuka kembali akses yang terputus.
Peralatan yang dikerahkan meliputi satu unit wheel loader, dua unit excavator (PC 55 dan PC 75), tiga unit dump truck, satu mobile crane, serta Jembatan Bailey dengan bentang 30 meter. Proses pembongkaran komponen Jembatan Bailey dari armada pengangkut dan persiapan pemasangan jembatan darurat di Dusun Penakir telah dilakukan.
“Sebagai bagian dari percepatan pemulihan akses masyarakat, pembongkaran komponen Jembatan Bailey di Dusun Penakir telah dilaksanakan pada 28 Januari 2026,” kata Kepala BBPJN Jawa Tengah–DI Yogyakarta, Moch. Iqbal Tamher.
Sementara itu, di Kabupaten Purbalingga, banjir bandang dan tanah longsor mengakibatkan Jembatan Sungai Bambangan putus total, sehingga Dusun Bambangan dan Dusun Gunung Malang sempat terisolasi. Penanganan darurat dilakukan dengan membangun jembatan sementara yang menghubungkan Desa Bambangan dengan Desa Cleketakan, Kabupaten Pemalang. Jembatan tersebut saat ini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua, meski belum dapat dilintasi kendaraan roda empat.
Dalam penanganan ini, BBPJN Jateng–DIY mengerahkan dua unit dozer besar, satu excavator PC 200, dan dua dump truck. Dukungan tambahan juga diberikan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak yang menyiagakan alat berat di Dukuh Kaliurip, Desa Serang, Kecamatan Karangreja.
Selain itu, Dinas PU setempat turut melakukan penanganan di sejumlah titik terdampak dengan mengerahkan alat berat, termasuk excavator, dump truck, dan bulldozer. BBPJN Jateng–DIY juga mencatat kebutuhan pemasangan Jembatan Bailey untuk penanganan lanjutan pada jembatan-jembatan yang mengalami kerusakan akibat bencana.









