Presiden Prabowo Luncurkan Gerakan Indonesia ASRI, Tegaskan Penanganan Sampah Nasional Terintegrasi

0
245
Rakornasda
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimatnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menangani persoalan sampah nasional secara serius, terpadu, dan berkelanjutan. Salah satu langkah konkret yang akan segera diluncurkan adalah Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, indah) sebagai gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan layak huni.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

“Resik artinya bersih, tertib, dan sebagainya. Ini bukan sekadar nama, tapi wujudnya semua instansi pemerintahan harus memimpin. Anak sekolah enggak apa-apa, pagi-pagi 10 menit, 15 menit, setengah jam. Kalau ratusan ribu orang bergerak, cepat hasilnya,” ujar Presiden.

Presiden menegaskan bahwa persoalan sampah telah menjadi masalah krusial di hampir seluruh daerah di Indonesia. Berdasarkan proyeksi pemerintah, hampir semua tempat pembuangan akhir (TPA) diperkirakan akan mengalami kelebihan kapasitas paling lambat pada tahun 2028, bahkan di beberapa wilayah diprediksi terjadi lebih cepat.

“Sampah ini menjadi masalah. Diproyeksi hampir semua TPA akan mengalami overcapacity pada tahun 2028, bahkan lebih cepat,” kata Presiden.

Sebagai solusi jangka menengah dan panjang, pemerintah akan segera memulai pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota di Indonesia pada tahun ini. Proyek tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan energi serta meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.

“Sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Kita akan berbuat, kita akan dukung. Ini 34 kota, kita segera mulai. Begitu ada anggaran, kita arahkan ke sini juga. Bagaimana kita mau mengandalkan pariwisata kalau lingkungan kita jorok dan kotor,” tegas Presiden.

Selain pengelolaan sampah, Presiden Prabowo juga memperkenalkan gagasan proyek “gentengisasi” sebagai bagian dari upaya memperindah kawasan permukiman. Presiden menilai penggunaan atap seng yang masih luas di berbagai daerah menimbulkan masalah estetika dan kenyamanan.

“Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat. Tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng,” ujarnya.

Presiden berharap dalam dua hingga tiga tahun ke depan wajah permukiman di Indonesia dapat berubah menjadi lebih tertata dan indah. Ia menilai karat bukanlah simbol kemajuan, melainkan tanda kemunduran.

“Saya berharap dalam 2–3 tahun Indonesia tidak kelihatan karat. Karat itu lambang degenerasi, bukan lambang kebangkitan. Indonesia bangkit, Indonesia harus kuat, Indonesia harus indah. Rakyat kita harus bahagia,” pungkas Presiden Prabowo.