Presiden Prabowo Pantau Langsung Pemulihan Pascabencana Sumatra, 5.500 Rumah Telah Dibangun

0
45
Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana
Perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatra. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan Presiden Prabowo Subianto terus memantau secara langsung perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatra. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemulihan Bencana Sumatra di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Dalam keterangannya, Seskab menyampaikan bahwa Presiden meminta seluruh jajaran satuan tugas, kementerian, dan pejabat terkait untuk secara rutin menyampaikan informasi perkembangan pemulihan kepada publik sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas.

“Bapak Presiden terus memantau perkembangan pemulihan daerah bencana dan ingin seluruh satgas dan setiap menteri ataupun pejabat yang terkait terus menerus menyampaikan informasi, update secara berkala kepada publik,” ujar Teddy.

Memasuki dua bulan pascabencana, pemerintah mencatat sejumlah capaian pemulihan yang dinilai berjalan cepat berkat sinergi berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, relawan, dan masyarakat. Dalam periode tersebut, sebanyak 5.500 unit rumah hunian telah selesai dibangun, dengan 1.500 unit di antaranya rampung pada bulan pertama.

Selain itu, pemerintah telah membangun kembali 98 jembatan di seluruh provinsi terdampak serta memulihkan 99 ruas jalan nasional yang sebelumnya terputus sehingga kini kembali dapat dilalui.

Di sektor kesehatan, sebanyak 87 rumah sakit dan 867 puskesmas yang sempat terdampak kini telah kembali beroperasi. Aktivitas pendidikan juga hampir sepenuhnya normal dengan sekolah yang kembali aktif. Pasar-pasar sudah beroperasi, dan kegiatan ekonomi masyarakat mulai pulih.

Teddy menekankan bahwa fokus pemerintah tidak hanya pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pada penyaluran bantuan dana kepada pemerintah daerah serta bantuan langsung kepada warga terdampak berdasarkan data yang telah diverifikasi oleh kepala daerah.

“Peran cepat kepala daerah di sini juga sangat dibutuhkan. Dan Bapak Presiden tidak ragu-ragu untuk memberikan semua yang diperlukan ke warga sesegera mungkin,” tegasnya.

Menjelang bulan Ramadan yang tinggal satu minggu lagi, Presiden juga meminta jajarannya memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok, terutama di wilayah terdampak bencana. Pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kebutuhan pangan.

Menutup keterangannya, Seskab menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur pemerintah, aparat, relawan, dan insan pers yang telah berkontribusi dalam percepatan pemulihan pascabencana.

“Ini semua bisa dengan cepat tercapai berkat semua elemen bekerja sama, saling mendukung, saling melengkapi,” pungkasnya.