(Vibizmedia – Economy) – Nilai tukar rupiah terhadap dollar dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (19/2), ditutup melemah, bertahan dari loss sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa balik turun setelah menanjak di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini ini melemah 0,28% atau 48 poin ke level Rp 16.928 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.880. Rupiah terpantau terkoreksi di hari keempatnya ke sekitar sebulan terendahnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 16.879 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp16.928, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 16.928.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa balik turun setelah menanjak di sesi global sebelumnya; pada sekitar 1,5 minggu tertingginya oleh rilis minutes the Fed yang menunjukkan adanya indikasi pertimbangan kenaikan suku bunga ke depannya.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini turun ke 97,57, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 97,69.
Sementara itu, IHSG Kamis di akhir sesi melemah 36,146 poin (0,43%) ke level 8.274,081, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya bias menguat dipimpin Kospi yang mencetak rekor baru sementara bursa kawasan China masih libur Imlek, serta mengikuti Wall Street yang semalam berakhir menguat didorong saham teknologi.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp16.976 – Rp16.776.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting









