
(Vbizmedia – Jakarta) Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memaparkan proyeksi awal pergerakan masyarakat selama masa mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan mencapai lebih dari 150 juta orang.
Angka tersebut diperoleh dari survei nasional yang dilakukan Kementerian Perhubungan bersama sejumlah lembaga mitra sebagai dasar penyusunan strategi penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini.
Paparan tersebut disampaikan Menhub Dudy dalam kegiatan media briefing bersama awak media yang tergabung dalam Forum Wartawan Perhubungan di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Dalam keterangannya, Menhub menjelaskan bahwa survei mobilitas masyarakat menjadi instrumen penting untuk memetakan potensi lonjakan perjalanan selama periode Lebaran. Hasil survei ini digunakan pemerintah untuk menyiapkan sarana transportasi, pengaturan lalu lintas, hingga kebijakan pengendalian arus mudik.
“Setiap tahun sebelum penyelenggaraan angkutan Lebaran, kami melakukan survei untuk mendapatkan gambaran pergerakan masyarakat. Data ini penting agar pemerintah dapat mengantisipasi kebutuhan sarana dan prasarana transportasi secara lebih tepat,” ujar Dudy.
Ia menjelaskan, survei tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga, termasuk Badan Pusat Statistik serta sejumlah institusi riset dan akademisi. Survei melibatkan sekitar 45 ribu responden dari berbagai wilayah di Indonesia guna memetakan pola perjalanan masyarakat menjelang dan setelah Lebaran.
Menhub juga mengungkapkan bahwa pengalaman pada tahun sebelumnya menunjukkan adanya perbedaan antara prediksi awal dan realisasi mobilitas masyarakat di lapangan. Pada survei tahun lalu, potensi pergerakan masyarakat diperkirakan mencapai sekitar 146,4 juta orang. Namun realisasinya tercatat lebih tinggi, yakni sekitar 154,6 juta orang.
Perbedaan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kebutuhan masyarakat untuk bersilaturahmi, aktivitas ekonomi, hingga mobilitas pekerjaan yang meningkat menjelang hari raya.
“Pergerakan masyarakat pada masa Lebaran tidak hanya didorong oleh kegiatan mudik untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga, tetapi juga oleh aktivitas ekonomi dan pekerjaan yang turut meningkatkan mobilitas masyarakat,” kata Dudy.
Berdasarkan hasil survei awal tahun ini, Kementerian Perhubungan juga memetakan daerah asal dan tujuan perjalanan yang paling dominan. Dari sisi provinsi asal perjalanan, wilayah di Pulau Jawa masih menjadi penyumbang terbesar jumlah pemudik.
Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah tercatat sebagai daerah dengan jumlah penduduk paling banyak melakukan perjalanan selama periode mudik Lebaran.
Sementara dari sisi tujuan perjalanan, sejumlah wilayah di Pulau Jawa juga menjadi destinasi utama masyarakat yang ingin merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.
Selain itu, Kemenhub juga mengidentifikasi kota-kota dengan tingkat mobilitas tertinggi. Lima kota asal perjalanan terbesar antara lain Jakarta Timur, Bogor, Bekasi, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat.
Data tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun strategi manajemen transportasi, termasuk penyiapan armada angkutan umum, rekayasa lalu lintas, serta koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.
Menhub menegaskan pemerintah berkomitmen memastikan penyelenggaraan angkutan Lebaran berjalan aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat. Berbagai langkah antisipasi akan disiapkan lebih awal guna menghindari kepadatan ekstrem di jalur transportasi utama.
“Dengan data survei ini, kami berharap persiapan penyelenggaraan angkutan Lebaran dapat dilakukan secara lebih matang sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” ujar Dudy.
Kementerian Perhubungan juga akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk operator transportasi, pemerintah daerah, serta aparat keamanan, untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi selama periode mudik Lebaran 2026.








