KEK Mandalika Perkuat Posisi sebagai Destinasi Wisata Kelas Dunia

0
126
KEK Mandalika (Foto: ITDC)

(Vibizmedia – Jakarta) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dikelola oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat posisinya sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.

Penguatan tersebut dilakukan melalui kombinasi insentif fiskal yang kompetitif, kemudahan non-fiskal, serta dukungan infrastruktur terintegrasi. Hal ini menjadikan KEK Mandalika sebagai salah satu kawasan dengan kesiapan investasi paling lengkap di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Dalam mendorong iklim investasi, KEK Mandalika menawarkan berbagai insentif fiskal, seperti tax holiday untuk kegiatan usaha utama, serta skema pengurangan pajak setelah masa insentif berakhir. Selain itu, tersedia pula tax allowance berupa pengurangan penghasilan kena pajak dari nilai investasi, percepatan depresiasi dan amortisasi, hingga pengaturan tarif pajak dividen bagi investor asing.

Kemudahan juga diberikan pada sektor perpajakan tidak langsung. Investor memperoleh fasilitas pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas impor barang modal tertentu, pembebasan bea masuk, hingga pembebasan pajak penjualan atas barang mewah untuk properti di kawasan KEK.

Direktur Komersial dan Marketing ITDC, Febrina Mediana, menegaskan bahwa KEK Mandalika tidak hanya menawarkan insentif, tetapi juga menghadirkan ekosistem investasi yang siap dijalankan. Menurutnya, kawasan ini dirancang sebagai investment-ready ecosystem yang memadukan insentif fiskal, kesiapan infrastruktur, kepastian regulasi, serta permintaan pasar yang terus tumbuh, sehingga memberikan kepercayaan bagi investor untuk berinvestasi secara cepat dan berkelanjutan.

Selain insentif fiskal, KEK Mandalika juga menyediakan berbagai kemudahan non-fiskal, seperti layanan perizinan terpadu satu pintu, kemudahan pengurusan tenaga kerja asing, serta kepastian hukum melalui hak atas tanah yang dapat dimanfaatkan hingga jangka waktu 80 tahun.

Pengembangan kawasan dilakukan berdasarkan masterplan terintegrasi yang terbagi dalam sejumlah zona strategis, seperti Circuit District, Kuta District, serta area berbasis gaya hidup dan rekreasi. Sejumlah kawasan unggulan yang ditawarkan kepada investor antara lain Golf Resort Community seluas 298 hektar, Tanjung Aan Premium Serenity District seluas 146 hektar yang difokuskan untuk hotel berstandar internasional, serta Eastern Adventure District seluas sekitar 164 hektar yang membuka peluang investasi di sektor hospitality dan hiburan.

Dalam pengembangannya, KEK Mandalika juga mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan menyediakan sekitar 30 persen ruang terbuka hijau, termasuk kawasan mangrove seluas 45 hektar di bagian timur.

Dari sisi kinerja, kawasan ini menunjukkan daya tarik pasar yang kuat. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan tercatat lebih dari 1,4 juta orang dengan tingkat okupansi rata-rata sekitar 55 persen. Tingkat hunian bahkan meningkat hingga 90–100 persen saat penyelenggaraan MotoGP, menandakan tingginya minat wisatawan domestik maupun mancanegara.

Berbagai ajang internasional seperti GT World Challenge Asia dan Asia Road Racing Championship (ARRC), yang didukung keberadaan Sirkuit Mandalika, semakin memperkuat posisi kawasan ini sebagai destinasi sportstainment tourism kelas dunia.

Dengan dukungan kebijakan pemerintah, kesiapan infrastruktur, serta pertumbuhan pariwisata yang konsisten, KEK Mandalika kian menegaskan perannya sebagai destinasi unggulan Indonesia di sektor pariwisata berbasis olahraga dan hiburan.