Bappenas: Seni Budaya Berpotensi Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

0
38
Sekretaris Utama Kementerian PPN/Bappenas, Teni Widuriyanti, saat menghadiri acara Road to Talent Fest 2026 Bidang Seni Budaya di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Rabu (5/8/2026). (Foto: InfoPublik)

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menegaskan komitmennya untuk memperkuat pelaksanaan Manajemen Talenta Nasional (MTN) di bidang seni budaya sebagai langkah strategis dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) kreatif, memperkuat ekosistem seni budaya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Utama Kementerian PPN/Bappenas, Teni Widuriyanti, dalam acara Road to Talent Fest 2026 Bidang Seni Budaya yang digelar di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Teni menjelaskan, MTN dirancang melalui proses panjang yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pada tahap awal, pemerintah merumuskan arah kebijakan dengan menetapkan tiga fokus utama, yaitu kebudayaan, olahraga berprestasi, dan riset. Menurutnya, MTN merupakan upaya pemerintah untuk mengelola potensi bangsa secara terarah, sistematis, dan berkelanjutan guna menciptakan SDM unggul dan berdaya saing.

Ia menambahkan, MTN tidak hanya bertujuan mencetak talenta unggul di tingkat nasional, tetapi juga mempersiapkan mereka agar mampu bersaing secara global. Oleh karena itu, implementasinya membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, asosiasi profesi, komunitas seni budaya, serta masyarakat.

Di sektor seni budaya, penguatan ekosistem dinilai menjadi kunci. Selain berperan dalam menjaga identitas bangsa, seni budaya juga memiliki potensi besar sebagai sektor produktif yang dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun, potensi tersebut dinilai belum terkelola secara optimal dan terintegrasi.

Melalui MTN bidang seni budaya, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas SDM kreatif agar mampu menghasilkan karya bernilai tinggi sekaligus memperkuat industri kreatif, mulai dari seni rupa, musik, film, seni pertunjukan, kriya, hingga sastra.

Teni menegaskan, pemerintah ingin memastikan para pelaku seni dan budaya tidak hanya memiliki ruang berekspresi, tetapi juga mendapatkan pembinaan, pengakuan, serta jalur pengembangan karier yang jelas dan berkelanjutan. Seni budaya juga dipandang sebagai modal sosial penting dalam pembangunan manusia dan kebudayaan, sekaligus membuka peluang kerja sama internasional.

Ia juga menyoroti besarnya potensi budaya Indonesia yang tersebar di lebih dari 17 ribu pulau dengan keragaman yang tinggi. Kekayaan tersebut telah melahirkan banyak talenta di bidang seni dan industri kreatif yang meraih pengakuan internasional.

Menurutnya, potensi tersebut perlu dikelola melalui kebijakan yang terintegrasi agar pengembangan talenta tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem nasional yang saling terhubung.

Melalui MTN, pemerintah menerapkan pendekatan menyeluruh mulai dari identifikasi potensi, pembinaan, pengembangan kapasitas, hingga penguatan talenta secara berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat regenerasi talenta seni budaya, memperluas ruang ekspresi, serta meningkatkan prestasi di tingkat global.

Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah dan swasta, serta mendorong pengembangan infrastruktur pendukung seperti taman budaya sebagai pusat pembinaan dan pengembangan talenta.

Teni menegaskan, pemerintah akan terus mengawal implementasi MTN dengan target dan indikator yang jelas setiap tahun agar kontribusi talenta seni budaya terhadap ekonomi nasional semakin nyata. Ia pun menekankan bahwa seni budaya memiliki potensi besar sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga perlu dikelola secara serius dan berkelanjutan.