Armada Laut Jadi Kunci Pertamina Jangkau Wilayah 3T

0
64
Foto: Pertamina

(Vibizmedia – Jakarta) PT Pertamina Patra Niaga sebagai Subholding Downstream Pertamina terus memperkuat distribusi energi nasional dengan mengoptimalkan 148 armada kapal untuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Indonesia.

Upaya ini dilakukan untuk mengatasi tantangan geografis yang sulit dijangkau melalui jalur darat, terutama di kawasan kepulauan.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, menegaskan bahwa ketersediaan armada logistik laut menjadi faktor krusial dalam menjamin pasokan energi bagi masyarakat di daerah terpencil secara berkelanjutan. “Distribusi energi di Indonesia menghadapi tantangan geografis yang beragam. Karena itu, kami terus memastikan kesiapan armada logistik laut agar penyaluran energi dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah kepulauan dan 3T,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (6/4/2026).

Saat ini, distribusi energi didukung oleh 148 kapal yang terdiri dari 139 kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan 9 kapal pengangkut Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Armada tersebut melayani penyaluran energi ke 57 wilayah 3T yang tersebar di Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.

Mars Ega menjelaskan, armada kapal yang dikelola dalam bisnis captive Subholding Downstream memiliki peran strategis dalam memastikan kelancaran distribusi dari sumber hingga ke wilayah dengan akses terbatas.

Dengan demikian, aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di daerah pelosok dapat tetap berjalan dengan baik.

Selain memperhatikan aspek jangkauan dan kecepatan distribusi, Pertamina juga memastikan seluruh operasional berjalan sesuai standar Health, Safety, Security & Environment (HSSE) yang ketat.

Penerapan standar tersebut bertujuan untuk menjaga keselamatan operasional sekaligus menjamin keandalan distribusi energi nasional.

“Kesiapan armada logistik laut menjadi kunci penting agar distribusi energi dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia,” kata Mars Ega.