Kemendikdasmen Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman untuk Dukung Tumbuh Kembang Murid

0
103
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti. (Foto: Kemendikdasmen)

(Vibizmedia – Jakarta) Upaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berorientasi pada murid terus diperkuat oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Melalui webinar sosialisasi dan diskusi yang diselenggarakan Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), pemerintah menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen pendidikan dalam menciptakan ruang belajar yang berkualitas.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan bahwa setiap anak Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang tidak hanya bermutu, tetapi juga memberikan rasa aman selama proses belajar. Ia menekankan bahwa sekolah harus bertransformasi menjadi ruang yang tidak sekadar menyampaikan ilmu, tetapi juga membentuk karakter, nilai, dan kesejahteraan murid secara menyeluruh. Kebijakan budaya sekolah aman dan nyaman mencakup empat aspek utama, yaitu pemenuhan kebutuhan spiritual, perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis dan sosiokultural, serta keamanan di ruang digital.

Menurut Suharti, keberhasilan implementasi kebijakan ini membutuhkan keterlibatan semua pihak. Hal ini juga diperkuat oleh Staf Khusus Menteri Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T, Rita Pranawati, yang menyebut kebijakan tersebut berlandaskan sembilan prinsip, seperti pendekatan humanis, inklusif, non-diskriminatif, dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa prinsip-prinsip tersebut harus diterapkan dalam praktik sehari-hari di sekolah, termasuk melalui keterlibatan aktif murid dalam penyusunan aturan serta penguatan komunikasi antarsiswa.

Sementara itu, Kepala Puspeka, Rusprita Putri Utami, menekankan pentingnya kerja sama seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan yang aman. Ia menyoroti perlunya deteksi dini terhadap potensi risiko dengan memahami karakteristik murid dan mengidentifikasi titik rawan sejak awal. Selain itu, keteladanan guru dan tenaga kependidikan menjadi kunci dalam membangun budaya positif di sekolah.

Dari sisi implementasi, salah satu kepala sekolah SD membagikan praktik penerapan budaya sekolah aman dan nyaman di sekolahnya, seperti kegiatan spiritual harian, penanaman nilai kepedulian sosial, zona aman, simulasi kebencanaan, hingga pengaturan penggunaan teknologi secara bijak yang melibatkan orang tua dan pihak sekolah.

Kemendikdasmen menegaskan bahwa penguatan budaya sekolah aman dan nyaman merupakan agenda berkelanjutan yang memerlukan konsistensi kebijakan dan komitmen seluruh pemangku kepentingan. Melalui pendekatan kolaboratif ini, diharapkan satuan pendidikan di seluruh Indonesia mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan murid secara optimal.