Menembus Rantai Pasok Dunia, Filipina Gunakan Strategi Lewat GMART

0
119
The Grocers’ Exchange Mart (GMART), a special feature of the 19th edition of IFEX Philippines on May 21-23, 2026 (Foto: CITEM Filipina)

(Vibizmedia – Internasional) GMART, fitur khusus IFEX Philippines 2026 (21–23 Mei), menjadi pintu strategis bagi UMKM Filipina untuk masuk ke pasar pangan private label global yang diproyeksikan melampaui US$600 miliar pada 2027. Di tengah pergeseran industri dari loyalitas merek ke kualitas berbasis nilai, Filipina memposisikan diri sebagai pemain penting dalam rantai pasok global.

Berbeda dari model ekspor tradisional yang mengandalkan merek, tren private dan white label—terutama di Amerika Utara dan Eropa—membuka peluang baru. GMART hadir sebagai ekosistem yang mempertemukan produsen lokal dengan pembeli global, memungkinkan mereka berperan sebagai mitra manufaktur yang skalabel dalam ritel internasional.

Bagi CITEM (Center for International Trade Expositions and Missions), lembaga promosi ekspor di bawah DTI (Department of Trade and Industry), GMART merupakan instrumen kunci untuk meningkatkan daya saing global perusahaan lokal.

 Direktur Eksekutif Leah Pulido Ocampo menegaskan, GMART bukan sekadar pameran, tetapi respons strategis terhadap perubahan pola konsumsi global, sekaligus membuka jalan bagi produsen Filipina menjadi “mesin di balik layar” ritel dunia.

Potensi ini telah diuji melalui partisipasi Filipina di Private Label Middle East (PLME) 2025 di Dubai. Produk halal berbasis kelapa, pisang, dan calamansi mendapat perhatian, memperkuat posisi Filipina sebagai sumber pasok strategis dengan pemahaman yang lebih tajam terhadap kebutuhan pasar global.

GMART menawarkan nilai tambah di seluruh rantai pasok. Bagi produsen, platform ini mempercepat akses ke pasar internasional, membuka peluang kemitraan manufaktur tanpa merek, dan memperluas ekspor melalui produksi kustom. Bagi pembeli, GMART membantu efisiensi margin, memperkuat ketahanan pasok, serta memungkinkan pengembangan produk eksklusif sesuai preferensi pasar.

Peluang terbesar terlihat pada sektor bernilai tinggi seperti makanan nabati—yang diproyeksikan mencapai US$77 miliar pada 2030—serta seafood berkelanjutan. Untuk menjawab permintaan tersebut, GMART mencakup sembilan kategori utama, mulai dari bakery, minuman, buah dan sayur, hingga makanan siap saji.

Sejak diluncurkan kembali pada 2025, GMART mencerminkan meningkatnya permintaan global terhadap solusi private label dan manufaktur kontrak, didorong inflasi dan perubahan perilaku konsumen. Filipina menjawab kebutuhan ini dengan harga kompetitif dan fleksibilitas produksi.

Melalui GMART, CITEM memperkuat koneksi antara inovator lokal dan pasar global, memastikan sektor pangan Filipina tetap adaptif dan kompetitif. IFEX Philippines pun mengundang pelaku industri global untuk memanfaatkan peluang ini dan mengambil peran strategis dalam rantai pasok pangan dunia.

Sumber: CITEM Philippines