OJK: Pengakuan MSCI Perkuat Kredibilitas Pasar Modal Nasional

0
55
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa pengumuman tersebut menegaskan pengakuan MSCI terhadap berbagai langkah strategis yang telah dilakukan OJK bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam memperkuat transparansi serta integritas pasar modal Indonesia. (Foto: OJK)

(Vibizmedia – Jakarta) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif pengumuman Update on Free Float Assessment of Indonesian Securities yang dirilis oleh MSCI Inc. pada 20 April 2026.  MSCI Inc. (MSCI) adalah perusahaan global yang menyediakan indeks saham, data, dan analisis pasar keuangan yang digunakan sebagai acuan oleh investor di seluruh dunia untuk menilai kinerja pasar dan menentukan keputusan investasi, sekaligus mengevaluasi kualitas suatu negara dari sisi transparansi, likuiditas, dan aksesibilitas bagi investor.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa pengumuman tersebut menunjukkan pengakuan MSCI atas berbagai langkah strategis yang telah dilakukan OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam memperkuat transparansi dan integritas pasar modal nasional.

“Berbagai inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan tata kelola pasar, melindungi investor, serta mendorong pasar modal Indonesia menjadi lebih kredibel, transparan, dan berdaya saing global,” ujar Hasan di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Sejumlah reformasi yang mendapat perhatian MSCI meliputi peningkatan transparansi kepemilikan saham di atas 1 persen, penguatan klasifikasi investor yang lebih rinci, penerapan kerangka kerja High Shareholding Concentration (HSC), serta peningkatan batas minimum free float.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menilai pengakuan awal dari MSCI sebagai sinyal positif terhadap arah kebijakan reformasi pasar modal Indonesia.

“Ke depan, implementasi reformasi akan terus dijaga agar konsisten, terukur, dan berkelanjutan, serta diperkuat melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pelaku pasar global,” ujarnya.

Saat ini, MSCI tengah melakukan asesmen lanjutan dengan memanfaatkan sumber data baru hasil reformasi tersebut, sekaligus menghimpun masukan dari pelaku pasar global. Proses ini menjadi bagian dari penyempurnaan untuk MSCI Index Review Mei 2026 dan Market Accessibility Review Juni 2026.

OJK memandang momentum ini sebagai kesempatan penting untuk menunjukkan efektivitas kebijakan yang telah diterapkan, dengan optimisme bahwa langkah-langkah tersebut akan semakin meningkatkan aksesibilitas dan daya tarik investasi pasar modal Indonesia.

Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan, OJK akan terus mendorong penguatan integritas pasar melalui implementasi delapan Rencana Aksi Percepatan Reformasi, mencakup peningkatan transparansi, likuiditas, penegakan hukum, tata kelola, serta pendalaman pasar.

Dengan berbagai langkah tersebut, OJK meyakini pasar modal Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi lebih dalam, likuid, kredibel, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi pertumbuhan ekonomi nasional.