Kemenperin Perkuat SDM Industri, Gandeng MNC University Cetak Talenta Vokasi Siap Kerja Global

0
73
SDM Industri Petrokimia
Ilustrasi SDM Industri. FOTO: KEMENPERIN

(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Perindustrian terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat struktur industri manufaktur nasional melalui percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan berdaya saing global. Langkah strategis ini dijalankan melalui peran aktif Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, sektor manufaktur selama ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga membutuhkan talenta unggul yang siap menjawab kebutuhan industri masa depan.

“Penguatan pendidikan vokasi yang menjadi prioritas nasional merupakan fondasi utama pembangunan SDM industri. Lulusan vokasi wajib memiliki kompetensi tinggi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja domestik maupun internasional,” ujar Agus di Jakarta, Minggu (26/4).

Untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri (link and match), Kemenperin aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Melalui BPSDMI, Kemenperin saat ini mengembangkan pendidikan vokasi industri melalui 11 politeknik, 2 akademi komunitas, dan 9 sekolah menengah kejuruan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Salah satu langkah konkret dilakukan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara BPSDMI dan MNC University pada Selasa (21/4), terkait penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menegaskan pentingnya perguruan tinggi sebagai penyedia SDM tenaga ahli bagi industri manufaktur dan sektor strategis lainnya.

“Perguruan tinggi berfungsi sebagai motor penggerak inovasi serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui keilmuan dan pengabdian. Kerja sama ini merupakan komitmen bersama untuk memberikan kontribusi terbaik,” kata Doddy.

Sebagai perguruan tinggi milik MNC Group, MNC University terhubung langsung dengan 83 perusahaan dalam empat kelompok usaha besar, yaitu Media & Entertainment, Financial Services, Tourism & Hospitality, serta Energy Investment.

Rektor MNC University Dendi Pratama menjelaskan, kolaborasi ini mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, seminar, workshop, hingga program pengembangan kompetensi.

Menurutnya, kerja sama tersebut juga membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk mengikuti program magang di lingkungan industri sehingga memiliki kesiapan kerja yang lebih baik dan relevan dengan kebutuhan dunia usaha.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Wulan Aprilianti Permatasari menyebutkan bahwa pengalaman Kemenperin dalam pendidikan vokasi berbasis industri dan inovasi MNC University menjadi kombinasi kuat untuk mencetak SDM unggul.

Selain itu, Kemenperin saat ini juga membuka pendaftaran siswa dan mahasiswa baru melalui program Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) Bersama 2026 yang dapat diakses hingga Mei 2026.

Sinergi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi muda Indonesia yang siap kerja, adaptif terhadap perubahan zaman, dan mampu bersaing di tingkat global.