(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Kamis siang ini (30/4), terpantau tergelincir tajam 174,678 poin (2,46%) ke level 6.926,548 setelah dibuka turun ke level 7.090.176.
IHSG bergerak merosot tajam ke aera 6 minggu terendahnya searah dengan regional, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias melemah di tengah kenaikan lanjut harga minyak mentah oleh kemungkinan diperpanjangnya blokade Selat Hormuz, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam koreksi terbatas.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,45% atau 77 poin ke level Rp 17.362, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; melanjutkan rally sebelumnya setelah the Fed memutuskan mempertahankan suku bunganya sesuai estimasi umum investor.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.285, serta terpantau merosot ke level rekor terlemah intraday yang baru lagi.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 11,050 poin (0,16%) ke level 7.090.176. Sedangkan indeks LQ45 turun 2,060 poin (0,30%) ke level 682,080. Siang ini IHSG tergelincir 174,678 poin (2,46%) ke level 6.926,548. Sementara LQ45 terlihat turun 2,39% atau 16,350 poin ke level 677,790.
Tercatat saat ini sebanyak 95 saham naik, 618 saham turun dan 98 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau bias melemah, di antaranya Nikkei yang turun 1,45%, dan Hang Seng yang merosot 1,23%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam koreksi tajam searah regional, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias melemah di tengah kenaikan harga minyak oleh diperpanjangnya blokade Selat Hormuz, serta mencermati Wall Street yang berakhir terkoreksi terbatas.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan tetap bearish di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.578 dan 7.773. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,917 dan bila tembus ke level 6,838.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group









