Kue Terbaik di Wina, Menurut Pewaris Lokal

0
64
Café Sacher Wina

(Vibizmedia-Gaya Hidup) Eurovision, ajang lomba lagu global yang telah meluncurkan karier artis seperti Celine Dion dan ABBA, akan menggelar kompetisi tahunan ke-70 pada bulan Mei di Wina. Para penggemar yang datang ke ibu kota Austria ini akan menemukan latar yang kaya akan istana Barok, gedung konser kelas dunia, kafe tepi sungai, dan pasar yang semarak.

Salah satu pembawa acara ajang tersebut—seorang penyanyi, model, sekaligus pewaris bisnis kristal—mengatakan bahwa kota ini adalah metropolis sejati yang paling nikmat dijelajahi dengan berjalan kaki. Di sana, arsitektur kekaisaran dan kafe berusia ratusan tahun berpadu dengan restoran modern dan kehidupan malam.

“Berjalan melalui jalan-jalan bersejarah dan menemukan kafe kecil serta butik memberi Anda rasa yang nyata tentang kota ini,” katanya. “Anda mulai merasakan ritmenya. Elegan, tetapi sekaligus santai.” Ia kemudian membagikan sejumlah tempat favoritnya di kota musik itu, termasuk di mana menemukan kue cokelat khas Wina terbaik.

Ketika ditanya apa yang membuat Wina unik, ia menjelaskan bahwa keindahan kota itu terasa alami. Seseorang bisa merasakan keanggunan sebuah hotel legendaris dengan kue cokelat khasnya, berjalan melalui istana megah, lalu menikmati makan malam dengan pemandangan katedral tua—dan semuanya tidak terasa dibuat-buat.

Untuk menginap, ia menyarankan pusat kota bersejarah. Menurutnya, ada hotel yang menggabungkan layanan istimewa, kuliner berkualitas, dan suasana yang hangat, sehingga membuat siapa pun merasa seperti di rumah.

Pagi hari biasanya dimulai di kafe klasik. Duduk di luar dengan pemandangan gedung opera adalah pengalaman yang ia anggap sederhana namun indah. Pesanannya pun tidak rumit: kopi, jus jeruk segar, buah beri, dan sesekali hidangan yang lebih memanjakan seperti eggs Benedict.

Untuk makan siang, ia merekomendasikan restoran klasik yang menyajikan hidangan khas Wina. Ia menekankan bahwa mencicipi wiener schnitzel atau tafelspitz setidaknya sekali adalah keharusan karena kedua hidangan itu merupakan bagian dari identitas kota. Namun bagi yang ingin suasana lebih santai, ada juga tempat dengan atmosfer yang lebih hidup dan modern.

Saat ingin menenangkan diri, ia memilih berjalan di taman istana yang luas. Baginya, tempat itu menawarkan keindahan dan ketenangan sekaligus, seolah membawa pengunjung ke era yang berbeda.

Ia juga menyebut malam tahun baru sebagai pengalaman klasik di Wina. Tepat tengah malam, orang-orang berkumpul di jalan dan menari waltz tradisional, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

Untuk makan malam, ia kembali menyoroti kafe legendaris sebagai destinasi utama, terutama untuk menikmati schnitzel. Namun ia juga menyarankan restoran dengan pendekatan berbeda, seperti masakan Jepang kontemporer atau pilihan fine dining yang lebih mewah.

Jika seseorang hanya memiliki satu sore di Wina, ia menyarankan untuk berjalan kaki di pusat kota bersejarah. Mulai dari kawasan opera, menyusuri jalan utama, menikmati arsitektur, hingga tiba di katedral ikonik. Di tengah perjalanan, ia menekankan pentingnya berhenti sejenak untuk menikmati sepotong kue cokelat khas Wina.

Bagi yang mencari ketenangan, ia kembali merekomendasikan taman istana sebagai tempat berjalan yang paling menenangkan, karena memadukan sejarah, keindahan, dan suasana damai.

Ketika ditanya di mana orang bisa bertemu dengannya, ia menjawab bahwa kota itu membuatnya terus bergerak. Ia bisa berada di mana saja—berjalan di antara jadwal, berbelanja, atau sekadar menikmati suasana kota.

Ia juga membagikan satu tempat tersembunyi yang tidak terlalu ramai namun memiliki karakter kuat, cocok untuk singgah sejenak menikmati camilan. Menurutnya, banyak pengunjung yang mengira Wina hanya tentang sejarah. Namun yang sering mengejutkan adalah betapa modern, dinamis, dan internasionalnya kota tersebut.

Ia menyimpulkan bahwa cara terbaik menikmati 24 jam di Wina adalah dengan tempo santai. Kota itu tidak perlu dikejar—ia akan terbuka dengan sendirinya bagi siapa pun yang mau menikmatinya perlahan.