(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Selasa siang ini (5/5), terpantau menguat 57,903 poin (0,83%) ke level 7.029,856 setelah dibuka turun ke level 6.936.827.
IHSG bergerak dari konsolidasi dengan bias positif melanjutkan gain kemarin, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah memanasnya tensi konflik Selat Hormuz serta naiknya kembali harga minyak mentah, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan serentak terkoreksi.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini merosot 0,30% atau 52 poin ke level Rp 17.422, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; kembali rally di tengah investor mencermati naiknya tensi konflik Timur Tengah yang mengangkat dollar sebagai safe haven.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.370, serta terpantau tergelincir ke rekor intraday terlemahnya yang baru lagi.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 35,126 poin (0,50%) ke level 6.936.827. Sedangkan indeks LQ45 turun 0,800 poin (0,12%) ke level 673,760. Siang ini IHSG menguat 57,903 poin (0,83%) ke level 7.029,856. Sementara LQ45 terlihat naik 1,07% atau 7,200 poin ke level 681,760.
Tercatat saat ini sebanyak 346 saham naik, 297 saham turun dan 169 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau bias melemah, di antaranya ASX 200 yang turun 0,62%, dan Hang Seng yang merosot 1,16%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dari dua zona ke bias positif, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias melemah di tengah memanasnya tensi konflik Selat Hormuz serta naiknya kembali harga minyak mentah, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan serentak terkoreksi.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan pada rentang konsolidasi, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.230 dan 7.578. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,838 dan bila tembus ke level 6,745.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group









